0 menit baca 0 %

DR Mastuki : Informasi Harus Bersumber dari Gerbang dan Pintu Yang Sama

Ringkasan: Riau (Inmas)  Rakor Pengelolaan Informasi Komunikasi Publik  yang  digelar di Hotel Syofyan Betawi beberapa yang lalu menghadirkan beberapa narasumber dari Sekjen Kemenag RI. Salah satunya narasumber yang didaulat pada kegiatan tersebut adalah Dr Mastuki Karo Kehumasan data dan Informasi Sekjen K...

Riau (Inmas) –  Rakor Pengelolaan Informasi Komunikasi Publik  yang  digelar di Hotel Syofyan Betawi beberapa yang lalu menghadirkan beberapa narasumber dari Sekjen Kemenag RI. Salah satunya narasumber yang didaulat pada kegiatan tersebut adalah Dr Mastuki Karo Kehumasan data dan Informasi Sekjen Kemenag RI. Kegiatan yang diikuti oleh pejabat, pengelola humas data dan informasi di seluruh Kanwil Kemenag Provinsi dan unit eselon I pusat tersebut berlangsung dengan materi yang terkini dan issu hangat yang berkembang ditengah masyarakat.

Dikatakan Mastuki tujuan diselnggarakannya kegiatan rakor adalah untuk melihat sejauh mana program kehumasan yang telah berjalan, begitu pula sejauh mana proses pendataan dan informasi yang dilakukan Pusat dan Kemenag Provinsi.

Ia menekankan di era cyber seperti sekarang Kemenag harus lebih terbuka dalam pengelolaan data dan informasi, sehingga lebih mudah di akses publik. Menurut Mastuki data harus terbuka untuk publik. Karena selain dimanfaatkan oleh internal Kemenag data juga bisa digunakan sebagai informasi  yang lebih luas untuk para stakeholder diluar lembaga Kemenag.

Mastuki menambahkan bahwa Humas data dan informasi adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Kedepan akan lebih banyak tantangan yang harus dihadapi. Karenanya Semua pengelola data di Kemenag harus lebih terbuka dan bersinergi. “Jika kita mau berbagi dan mengumpulkan potensi dan SDM yang tersebar di Indonesia dalam aspek komunikasi, maka gaung Kemenag pasti akan semakin besar, kita memiliki satker terbesar ketimbang Kementerian lain”, ujarnya.

Saat ini Kemenag sangat intens membangun citra positif untuk menjaga kepercayaan publik pada lembaga yang dipimpin Menag LHS, terangnya. Peran humas sangat central dalam membangun dan mengendalikan tata kelola sistem informasi publik dilingkungan Kemenag.

Menurutnya kualitas peran tenaga kehumasan menjadi kunci untuk menyiapkan sistem dan tata kelola informasi kepada publik secara berkualitas. Untuk itu komponen  humas harus update informasi dan melek informasi.

Salah satu kiprah Kemenag dalam mengelola informasi yang valid kepada masyarakat adalah melalui web Kemenag. Ia mengakui perlunya  website agar masyarakat tahu bahwa informasi tersebut bersumber dari gerbang dan pintu yang sama, sehingga terbentuk citra positif dan respon baik dari masyarakat. (vera)