0 menit baca 0 %

DR. Hj. Eviyanti, M.Pd, nara sumber tunggal dalam acara sosialisasi dan pelatihan Aplikas Raport Digital (ARD) di MAN 1 Rohil

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)- Kementerian Agama hadir untuk menjadi pengawal pendidikan Islam di Indonesia. Melihat amat pentingnya tugas itu, maka tugas Kementerian Agama khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam antara lain adalah mengayomi Madrasah yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama...

Rokan Hilir (inmas)- Kementerian Agama hadir untuk menjadi pengawal pendidikan Islam di Indonesia. Melihat amat pentingnya tugas itu, maka tugas Kementerian Agama khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam antara lain adalah mengayomi Madrasah yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ibu DR. Hj. Eviyanti, M.Pd, narasumber sosialisasi dan pelatihan Aplikasi Raport Digital (ARD) yang diselenggarakan di Aula MAN 1 Rokan Hilir, Rabu (5/12/2018) dari Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau.

Lanjut Eviyanti Pada masa kekinian, kita menghadapi zaman internet yang semakin global. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sangat terbuka dalam menghadapi generasi digital. Tuntutan publik terhadap mutu pendidikan semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Merespons tuntutan tersebut Kementerian Agama melalui Ditjen. Pendidikan Islam meluncurkan Aplikasi Rapor Digital, yang diperuntukan bagi Madrasah diseluruh Indonesia.

Dengan Aplikasi Rapor Digital (ARD), Madrasah harus semakin maju dan terbuka terhadap dunia internet dan digital. Kecepatan penyebaran informasi terutama bagi siswa siswi Madrasah, untuk mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik Eviyanti menjelaskan.

ARD ditujukan untuk untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat. Penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya terasa optimal. Di sisi lain, ARD merupakan langkah dalam inovasi agar lembaga Madrasah semakin kekinian, jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang. Sehingga kedepan Penilaian Hasil Belajar yang tertuang dalam ARD sudah dilakukan secara digital dan terintegrasi, serta Madrasah kedepan turut serta dalam pelaksanaan e-Government, dan Clean Government.

Selanjutnya Eviyanti menjelaskan teknis penggunaan ARD. “Cara masuk Aplikasi Raport Digital, Klik link http://sikurma.kemenag.go.id/ard/, nanti akan muncul beberapa tampilan dari jenjang mulai dari tingkat RA, MI, MTs dan MA,” ungkapnya.

Setelah itu klik jenjang yang akan dituju yang sesuai dengan jenjang madrasah kita dengan Username “Nomor Statistik Madrasah (NSM)” dan Password “pengguna”.

“demi keamanan, boleh operator untuk mengubah username dan passwordnya, dengan catatan harus ingat,” Eviyanti mengingatkan.

Setelah itu ujar Eviyanti, akan muncul tampilan menu Aplikasi Raport Digital nah disini kita memerlukan data-data baik guru maupun siswa untuk diisi. Setelah masuk beranda kita Klik konfigurasi. “disini data yang harus di isi adalah data madrasah, mata pelajaran, muatan lokal, ekstrakurikuler, guru, siswa dan rombongan belajar,” Evi merinci.

Mendetailkan uraiannya, Eviyanti mengarahkan para peserta untuk Klik bagian madrasah operator di haruskan untuk mengisi logo madrasah, jenjang RA, MI, MTs atau MA, NSM, NPSN, NSS, Kata Sandi, Nama Madrasah, Akreditasi, Pemilik dan Status Madrasah. Klik Mata Pelajarn

Di bagian mata pelajaran kita tinggal singkron saja. Klik Muatan Lokal, di sini operator mengisi muatan lokal yang di ampu di madrasahnya. Klik Ekstrakurikuler, di sini operator mengisi ekstrakurikuler yang dijalankan di madrasah beserta pembinanya.

Pada bagian Klik guru, data guru bias di isi secara manual maupun dalam format Excel. Untuk format Excelnya juga dapat dinduh. Sedangkan pada bagian Klik Siswa, Data siswa juga sama seperti data guru bias di isi secara manual, bisa juga dengan format Excel, juga formatnya bisa di unduh. Pada Klik Rombongan belajar, Kita tinggal menambahkan rombongan belajar tingkat kelas dan jurusannya.

Mengakhiri penjelasannya DR. Eviyanti berpesan agar mengunduh panduannya dan pelajari dengan teliti. 

“intinya, jika madrasah bisa mencetak rapor yang aplikasibdigital ini, berarti sosialisasi/pelarihan kita hari ini berhasil,” pungkasnya (Nsh)