0 menit baca 0 %

Dr. H. Muhammad Suaib Tahin, MA: Guru Punya Peran Penting dalam Mendidik Anak Didiknya agar Terhidar dari Paham Radikal Terorisme

Ringkasan: Siak (Inmas) - Penyebaran paham radikal terorisme telah menyebar melalui berbagai macam pola, termasuk melalui lembaga pendidikan. Tentunya perlu peran dari para guru untuk bisa membekali anak didiknya agar terhindar dari penyebaran paham radikal terorisme tersebut.

Siak (Inmas) - Penyebaran paham radikal terorisme telah menyebar melalui berbagai macam pola, termasuk melalui lembaga pendidikan. Tentunya perlu peran dari para guru untuk bisa membekali anak didiknya agar terhindar dari penyebaran paham radikal terorisme tersebut. Dalam situs damailahindonesiaku.com, hal tersebut dikatakan Staf Ahli pada Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dr. H. Muhammad Suaib Tahin, MA, saat menjadi narasumber di hadapan para Kepala Sekolah dan guru agama se-Kabupaten Siak, Riau, pada acara dialog Integrasi Nilai–nilai Agama dan Budaya di Sekolah dalam menumbuhkan Harmoni Kebangsaan dan Lomba Desain Pembelajaran Inspiratif yang digelar di Hotel Grand Mempura, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (3/10/2019).

Dialog yang digelar Subdit Pemberdayaan Masyarakat pada Direktorat Pencegahan di Kedeputian I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT ini bekerjasama dengan bidang Pemberdayaan Agama, Sosial dan Budaya, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Riau. Acara yang mengambil tema “Harmoni dari Sekolah” ini diikuti sebanyak 110 orang peserta yang terdiri dari para Kepala Sekolah dan juga guru pendidikan agama mulai tingkat PAUD, TK, SD, MI, SMP. Mts dan sederajat, se-Kabupaten Siak Sri Indrapura

“Bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir disini ini merupakan garda terdepan dalam mendidik anak-anak kita. Bapak – ibu harus bisa melindungi anak-anak kita ini dari pengaruh penyebaran paham radikal terorisme yang selama ini banyak diebarkan melalui media social. Jangan sampai anak-anak kita ini terpapar paham-paham radikal terorisme tersebut,” ujar Dr. Muhammad Suaib Tahir dalam paparannya.

Lebih lanjut pria yang juga dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta ini mengatakan, pembinaan dan pengajaran di lembaga sekolah tentunya merupakan unsur yang sangat penting dalam mendidik karakter anak. “Karena kalau anak-anak ini tidak diarahkan dengan pendidikan yang lebih baik, tidak sesuai dengan budaya yang kita miliki dan tidak sesuai dengan tujuan negara kita, bukan tidak mungkin anak-anak kita itu nantinya akan dapat merusak negara kita. Kalau itu terjadi bisa berbahaya sekali bagi kelangsungan bangsa ini dan tentunya juga bagi keluarganya,” ujar Suaib Tahir.

Dikatakan pria yang selama 25 tahun pernah menjadi staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Sudan ini, mengatakan seluruh guru yang ada di Indonesia ini diharapkan berperan aktif dalam memberikan wawasan dan pemahaman yang benar, terutama tentang ideologi dan agama, juga tentang bahaya radikalisme itu. “Tentunya sosok seorang guru harus benar-benar bisa menjadi panutan bagi para murid atau anak didiknya di lingkungan sekolah. Karena guru itu ditaati ucapannya dan ditiru perilakuanya. Oleh karena itu seorang guru harus bisa mengajarkan, mendidik yang benar kepada para muridnya. Jangan sampai guru itu salah ataupun menyimpang dalam mengajar kepada muridnya,” ujar Suaib

Untuk itu pria yang juga Direktur Damar Institute yang bergerak dalam bidang Kontra Narasi dan Indiologi dari paham Radikal Terorisme ini meminta kepada para guru terutama guru agama di Kabupaten Siak ini harus memahami ajaran islam secara baik dan benar. Karena jangan sampai guru terutama guru agama islam mengajarkan hal-hal yang tidak baik atau hal-hal yang salah kepada para muridnya.

“Kalau saja guru mengajarkan hal-hal yang menyimpang kepada muridnya tentunya akan berdampak tidak baik bagi para muridnya. Karena kerusakan yang ditimbulkan atau dicontohkan oleh guru maka akan dilakukan lebih parah lagi oleh muridnya . Menjadi guru itu berat karena akan dijadikan contoh. Jadi guru harus tahu apa yang akan disampaikan atau diajarkannya kepada anak didiknya,” ujar pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan ini.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Suaib juga mengatakan, penyelesaian permasalahan paham radikal terorisme tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja. Tentunya butuh kerjasama antar lembaga-lembaga terkait untuk bersama-sama melakukan upaya bersama melakukan pencegahan paham radikal terorisme. BNPT menurutnya terus memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan teroris di Indonesia. Diantaranya dengan membentuk kader para generasi muda di sejumlah wilayah untuk membantu membangun narasi kedamaian melawan radikalisme melalui dunia maya. Dimana di BNPT selama ini juga sudah membentuk Duta Damai di Dunia Maya yang ada di 13 provinsi yang tugasnya menyebarkan narasi perdamaian melalui dunia maya. .

“Anggota duta damai ini para generasi muda. Karena generasi muda ini sekarang kan banyak yang memiliki media sosial dimana media soaial ini banyak digunakan para kelompok-kelompok radikal terorisme ini untuk menyebarkan propaganda, hoax dan sebagainya yang dapat merusak persatuan. Nah duta damai ini yang memiliki tugas menyebarkan pesan-pesan perdamaian melalui dunia maya,” kata pria yang meraih seluruh gelar sarjananya dari Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini.

Dikatakan Kiai Suaib, selama ini masih banyak warga Indonesia termasuk diataranya guru yang rentan terpapar radikalisme mengingat para pelaku terorisme terus intens melakukan penyebaran paham radikalisme melalui dunia maya atau media sosial. “Masih ada masyarakat yang rentan terkena atau terpapar terorisme. Tidak ada masyarakat yang tidak rentan radikalisme dan terorisme. Itu banyak buktinya, karena itu kami juga mengoptimalkan upaya sosialisasi, seminar, workshop dan lain-lain,” ujar Suaib Tahir.

Tak hanya itu, BNPT melakukan pendekatan lunak kepada masyarakat yang sudah terpapar radikalisme sebagai upaya pencegahan penyebaran paham radikal. “Pendekatan BNPT yang dilakukan tahun ini lebih kepada pendekatan lunak. Kita dekati dengan hati kepada masyarakat. Dengan upaya itu kami berharap bisa meminimalisir penyebaran paham radikal,” tuturnya mengakhiri. (Hd)