0 menit baca 0 %

Dr H Muhammad Fakhri : Saatnya Santri Bicara Di Liga Sepakbola Nusantara

Ringkasan: Riau (Inmas) Liga Santri Nusantara merupakan agenda dari Kemenpora, yang juga mantan santri ini disambut positif oleh pihak Kemenag termasuk para santri Indonesia. LGS yang digulirkan Kemenpora tersebut, merupakan pertandingan anak santri pondok pesantren se-Indonesia.

Riau (Inmas) – Liga Santri Nusantara merupakan agenda dari Kemenpora, yang juga mantan santri ini disambut positif oleh pihak Kemenag termasuk para santri Indonesia. LGS yang digulirkan Kemenpora tersebut, merupakan pertandingan anak santri pondok pesantren se-Indonesia. Yang terbagi dalam beberapa region sesuai wilayah dan rayon setiap provinsi. Hal ini diungkapkan Kasi Pondok Pesantren Dr H Muhammad Fakhri saat dihubungi tim Inmas Kanwil Kemenag Riau Kamis, (21/07) sore diruang kerjanya.

Sesuai dengan visi LSN 2017 “Mengembangkan program sepak bola santri yang berkelanjutan profesional, mandiri dan bertanggung jawab, sebagai bagian dakwah inklusif melalui olah raga guna memperkokoh Khittah kebangsaan dalam bingkai NKRI”. Alumni Al Azhar ini menyebutkan untuk wilayah Riau sendiri, kick off pertama nanti akan ditaja di Kota Rengat, Inhu. Berdasarkan surat Kanwil Kemenag  Riau nomor 297/Kw.04.3/3/PP.00.7/07/2017 tentang Pemberitahuan Kegiatan Liga Santri Nusantara, agar mengutus perwakilan masing masing pondok pesantren minimal satu club setiap kab/kota.

Ia sangat berharap kegiatan ini akan mendapat respons positif oleh semua pihak terkait. Semoga dengan adanya kegiatan silaturrahim yang sudah ada makin terjalin lebih erat dan harmonis, begitu pula sportivitas semakin tinggi. “Jika selama ini pondok dikenal khalayak ramai sebagai pusat menimba ilmu pengetahuan agama saja, baik itu yang khalaf (moderat) maupun yang salaf (tradisional). Sekarang bisa dikenal dan diakui masyarakat lebih dari itu, keterampilan mereka tetap terasah.

Fakhri mengatakan output dari kegiatan sangat mengharapkan santri tidak sekedar secara rohani saja, namun juga jasmani. “Nah, melalui riyadhah ini santri kita dapat memiliki potensi kecerdasan secara spritual, fisiknya pun sehat dan prima, ujarnya.

Untuk helat perdana ini, sambungnya kualifikasi region sesuai rencana akan digelar pada Agustus depan. Sementara untuk seri Nasional diperkirakan pada 30 Oktober mendatang di Jabar. Saat ini kita tengah mempersiapkan segala hal terkait koordinasi dan sosialisasi ke pondok pondok yang ada di Riau. Seluruh pesantren yang di Riau merupakan bagian pembinaan kita, ucapnya. Jadi sekalipun Kemenpora yang punya hajat atas kegiatan ini, Kemenag akan tetap support sepenuhnya dengan program Kemenpora tersebut, imbuh Fakhri.

“Mana tahu nanti akan bermunculan pemain sepak bola profesional yang berasal dari pondok, tidak hanya sekolah umum dan madrasah saja yang eksis dalam bidang olah raga ini”, harapnya.

Ketika disinggung masalah penganggaran, fakhri  menyebutkan sesuai dengan surat edaran kanwil Kemenag Riau, kita memberikan informasi yang transparan terkait masalah pendanaan dan anggaran. “Kita memang tidak anggaran khusus untuk gelaran ini, karena ini hajatnya Dispora, tapi kita tetap dukung sepenuhnya meskipun untuk saat ini hanya dalam bentuk moril”, ujarnya.

Ia menumpangkan harapan besar kepada teman teman Kemenag kab/kota untuk berperan aktif melakukan koordinasi dengan dispora setempat. Sudah seharusnya terlibat penuh dengan kegiatan LSN ini, mengingat helat ini adalah agenda perdana sepanjang sejarah santri.

Fakhri mengaku optimis para pimpinan pondok akan responsif dengan kegiatan ini. Untuk itu jika kegiatan ini berjalan baik nantinya dan mendapatkan hasil sesuai target, mudah mudahan kedepan akan ada perhatian dan anggaran khusus dari pemerintah melalui Kemenag untuk kegiatan ini, tandasnya.(vera/faj)