0 menit baca 0 %

Dr. H. Mawardi Muhammad Shaleh, lc. MA: Ulama Harus Mempunyai Pengaruh di Tengah Umat

Ringkasan: Siak (Inmas) Bertempat di ruang pertemuan Raja Indra Pahlawan, Dr. H. Mawardi Muhammad Shaleh, Lc., MA selakau pemateri Fiqih Siyasa (Politik) menyampaikan tentang bagaimana Islam berbicara masalah kepemimpinan. Beliau mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kewajiban syariah dalam dalil naqli dan aqli...

Siak (Inmas) – Bertempat di ruang pertemuan Raja Indra Pahlawan, Dr. H. Mawardi Muhammad Shaleh, Lc., MA selakau pemateri “Fiqih Siyasa (Politik)” menyampaikan tentang bagaimana Islam berbicara masalah kepemimpinan. Beliau mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kewajiban syariah dalam dalil naqli dan aqli. Pertama, Pedomannya adalah Al-Quran. Kedua, Proses kepemimpinan melaui mekanisme Syuro (Al Imron : 159 dan As-Syura : 38 3). Ketiga, kewajiban pemimpin untuk berlaku amanah dan menjunjung keadilan (An-Nisa :58). Keempat, kewajiban rakyat adalah mentaati para pemimpin yang  amanah dan adil (An-Nisa : 59). Kelima, Syarat-syarat pemimpin Islam : Mukmin yang tata kepada Allah dan Rasulnya (Al Maidah  : 55), Kuat fisik dan jasmani dan amanah.  (al Qasas : 26) serta kuat fisik dan luas ilmu  pengetahuannya (al baqarah: 247).

"Kualitas kepemimpinan harus mencermikan kualitas rakyatnya, perjuangan menuju kepemimpinan adalah membangun kesabaran menghadapi tantangan dan keyakinan, jadi sebelum memimpin umat Islam harus teruji dulu dari semua aspek yang ada, sabar dalam menghadapi semua cobaan dan yakin akan kesuksesan.  Al Quran sudah secara eksplisit dalam mengangkat pemimpin", terang Doktor Fiqih dan Ushul Fiqih lulusan terbaik Universitas Islam Madinah, Arab Saudi tersebut.

Beliau menilai, Saat ini media mainstream sudah tidak terlalu  menguasai dan membangun opini kepada masyarakat dikarenakan sudah banyaknya media media online Islam. "Sudah kalahnya media mainstream oleh media media online, tetap kita harus berhati hati ketika kita bermedsos, jangan menyebarkan berita hoak dan berkomentar karena ini akan dijadikan sasaran tembak untuk melumpuhkan kembali kekuatan media Islam", ungkap pengurus MUI Provinsi Riau tersebut.

Dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau tersebut juga menyampaikan solusinya yaitu dengan menggencarkan dakwah Islam di seluruh lapisan umat dilevel akar rumput yang gampang sekali disuap dan dipalingkan opininya sehingga hati dan suara umat benar benar di tangan ulama. "Kuncinya ulama arus menguasai umat, makanya kita sedang bekerja jeras supaya MUI mempunyai wibawa yang amat besar di tengah ummat", ujarnya.

"Menggencarkan Fiqh Siyasah Islam, bukan karena jabatannya tapi karena amanahnya. Menyadarkan umat akan bahaya besar dan ancaman yang sangat besar kepada masyarakat Indonesia di bidang aqidah, politik dan ekonomi agar umat tidak mudah dibodohi dengan faham dan ideologi yang sesat”, ujarnya. (Hd)