0 menit baca 0 %

Dr. H, Juraidi Malkan, MA: Semua Kita Adalah Da i

Ringkasan: Siak (Inmas) Selasa, (22/01/19), dalam pemaparannya, Dr. H, Juraidi Malkan, MA (Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia) yang memaparkan tema tentang dakwah bil hikmah dan bagaimana menyikapi berita hoax, putra kelahiran Anj...

Siak (Inmas) Selasa, (22/01/19), dalam pemaparannya, Dr. H, Juraidi Malkan, MA (Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia) yang memaparkan tema tentang dakwah bil hikmah dan bagaimana menyikapi berita hoax, putra kelahiran Anjir, 20 September 1962, Provinsi Kalimantan Selatan ini membacakan ayat yang artinya;  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk,  (QS An-Nahl [16]: 125).

Menurut direktur yang merupakan seorang hafizh al-Qur an ini, kewajiban dakwah ada pada setiap pundak umat Islam tanpa terkecuali.  Umat Islam, sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya, dituntut untuk melakukan dakwah di mana pun ia berada. Dakwah tidak hanya terbatas di atas mimbar masjid. Di sekolah, pasar, terminal dan semua tempat adalah medan dakwah. Seorang guru berdakwah mengajak para muridnya hidup di jalan Allah. Seorang pedagang bisa berdakwah dengan menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam berdagang. Seorang pejabat bisa berdakwah dengan menerapkan nilai dan moral Islam dalam mengelola negara dan menghimbau masyarakat untuk mentaati norma-norma agama. Pendek kata, semua orang bisa berdakwah sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya , ujarnya.

Terkait dengan fenomena hoax yang saat ini merajalela, beliau mengingatkan para peserta agar tidak mudah menerima dan menyebarkan informasi tersebut sembari mengutip firman Allah yang artinya; Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu . [Al Hujurat : 6].

Menurutnya, dalam ayat ini, Allah melarang hamba-hambanya yang beriman berjalan mengikut desas-desus. Allah menyuruh kaum mukminin memastikan kebenaran berita yang sampai kepada mereka. Tidak semua berita yang dicuplikkan itu benar, dan juga tidak semua berita yang terucapkan itu sesuai dengan fakta. oleh sebab itu, berhati-hatilah di dalam menerima dan menyebarkan informasi sekiranya itu akan membuat perpecahan di tengah umat , ujarnya mengingatkan. (Hd)