0 menit baca 0 %

DR Basnang Said: Jangan Hanya Belajar Ilmunya, Amalkan Juga Islamnya

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Dalam rangka memberikan motivasi kepada siswa Madrasah Aliyah dalam menghadapi Ujian Akhir Madrasah Berstandart Nasional (UAMBN), Pgs Kakanwil Kemenag Riau didampingi Kasi Kurikulum Subdit Kurikulum Ditjen Pendis Kemenag RI Dr Basnang Said melakukan monitoring ke Madrasah A...

Pekanbaru (Inmas) – Dalam rangka memberikan motivasi kepada siswa Madrasah Aliyah dalam menghadapi Ujian Akhir Madrasah Berstandart Nasional (UAMBN), Pgs Kakanwil Kemenag Riau didampingi Kasi Kurikulum Subdit Kurikulum Ditjen Pendis Kemenag RI Dr Basnang Said melakukan monitoring ke Madrasah Aliyah Negeri I Pekanbaru, Senin pagi (14/03). Dalam pelaksanaan monitoring tersebut turut serta Kasi Pendidikan Madrasah Drs H Kamaruddin serta beberapa orang team inmas Kanwil Kemenag Riau.

Dalam keterangannya saat diwawancarai langsung oleh salah seorang team inmas dilokasi ujian, DR Basnang Said mengatakan bahwa tujuan monitoring ini adalah untuk memetakan kualitas dan proses pembelajaran yang terjadi selama ini, sudah baik atau tidak. Terkait dengan mata pelajaran yang diuji adalah mata pelajaran yang memiliki ciri khas kemadrasahan, seperti Alquran dan hadist, Aqidah Akhlaq, Sejarah Kebudayaan islam (SKI), Fiqih dan Bahasa Arab.

Maka kita sangat mengharapkan UAMBN akan menjadi ujian yang berintegritas bagi siswa madrasah. “Artinya ketika anak-anak sudah belajar tentang teori agama baik itu bidang akhlaq atau lainnya, maka seyogyanya mengamalkan akhlaq tersebut dalam prilaku sehari-hari” ungkapnya.

Menurutnya, tema UAMBN tahun ini adalah “Mewujudkan Siswa Madrasah yang Jujur, Berprestasi, dan Bermanfaat”. Untuk itu, pelaksanaan UAMBN tahun ini lebih menekankan pada aspek integritas dan kejujuran. Kasi Kurikulum pada ditjen Pendis ini berharap siswa madrasah berada pada garda terdepan dalam keteladanan sikap dan itu tercermin dalam teknis proses ujian.

Dijelaskannya bahwa UAMBN saat ini jauh lebih memiliki wibawa ketimbang masa yang lalu. Dimana percetakan soal-soal ujian tidak lagi serampangan seperti selama ini yang hanya tinggal di copy paste oleh madrasah ketika diberikan softcopynya. Terbukti, hari ini diakuinya soal-soal ujian tersebut telah dicetak oleh satu perusahaan dan dikoordinir langsung oleh bidang Pendis, sehingga kekhawatiran kerahasiaan soal ujian tidak bocor, sudah bisa dipertanggung jawabkan, tegasnya.

“Saya atas nama Direktorat Pendidikan Madrasah mengucapkan selamat menempuh UAMBN tahun pelajaran 2015/2016 utk seluruh siswa Madrasah provinsi Riau, dan sangat mengapresiasi perkembangan madrasah yang ada di provinsi Riau. Mengingat Riau memang lengket dengan sejarah masuknya Islam ke Indonesia, seperti adanya MAN IC di daerah Siak yang notabene merupakan salah satu kerajaan Islam di Riau.

Dengan tingginya pertarungan sekolah dan madrasah sekarang ini, lanjutnya maka penting bagi kita untuk memaknai dan memahami proses pembelajaran di madrasah harus benar- benar untuk keutuhan NKRI. Diharapkan melalui UAMBN akan mampu mencetak siswa madrasah yang ingin memasuki Perguruan Tinggi Islam. Dengan kata lain hasil ujian madrasah tersebut bisa menjadi patokan untuk kelulusan di Perguruan Tinggi Islam dibawah payung Kemenag.” Jangan hanya belajar Ilmu islam, namun amalkan Islamnya”, pesan pria murah senyum ini.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah MAN 1 Pekanbaru Drs H muliyardi MPd, bahwa dengan monitoring ini pihaknya dapat mengetahui dan melakukan pemetaan terhadap kekuatan anak dalam memahami lima bidang agama tersebut, hingga mereka bisa mengerti dan paham tentang ilmu keagamaan secara matang, dan dapat menerapkan dalam kesehariannya.

Muliyardi menghimbau kepada setiap guru agar dapat memberikan motivasi kepada siswa agar tenang dan jujur selama menghadapi UAMBN. Pun untuk menghadapi ujian akhir nasional nanti.

“Selain diikuti oleh siswa MAN I sebanyak 293 orang, ada sekitar 99 orang siswa titipan yang berada dalam KKM kita masih mendapat akreditasi C mengikuti UAMBN di madrasah ini, tergabung dalam 15 ruangan untuk siswa MAN 1 dan 2 ruangan untuk yang bergabung”, ujarnya.(vera)