Riau (Inmas) - Impian Kanwil Kemenag Provinsi Riau untuk memiliki Balai Pendidikan dan Pelatihan agama dan Keagamaan sudah digagas sejak beberapa tahun lalu.
Bahkan pada Tahun 2018 Kapusdiklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kemenag RI Dr H Mahsusi pernah menyatakan Riau berpotensi besar untuk pengembangan balai Diklat saat melakukan pembinaan pegawai di Riau.
Gayung bersambut, pada Kunker Komisi VIII DPR RI tahun ini salah satu agendanya adalah meninjau lokasi Asrama Haji Rumbai yang akan diproyeksikan untuk gedung Balai Diklat Keagamaan di Riau.
Usai meninjau lokasi Asrama Embarkasi Haji Antara kemarin siang. Pagi tadi, Sabtu (29/02) Anggota Komisi VIII DPR RI berkunjung ke lokasi yang beralamat di kawasan Asrama Haji Rumbai Pekanbaru.
Turut hadir mendampingi Dr. Mahyudin Ka.Kanwil Kemenag Riau, Dr. Rudi Subiyantoro. M.Pd. Kapusdiklat ADM Kemenag Jakarta, dan Khoirul Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang ( wilayah kerja satker Balai tersebut).
Dari seluruh sarana dan prasarana sarana yang ada di lokasi tersebut, tim Komisi VIII DPR menyatakan sudah layak dan representatif untuk dijadikan Balai Diklat.
“Memang dilihat dari segi lokasi dan lahan gedung asrama haji ini sudah sangat layak dijadikan sebagai Balai Diklat,” ucap Drs H Ahmad MSi salah seorang anggota Komisi VIII.
Optimisme itu dinyatakan saat peninjauan langsung lokasi gedung asrama Haji Rumbai yang diproyeksikan untuk Balai Diklat bersama tim lainnya.
Legislator partai Demokrat ini menegaskan sarana dan prasarana sarana yang ada sudah sesuai kebutuhan. Kendati masih perlu beberapa hal dan fasilitas yang lain sangat dibutuhkan tapi belum terealisasi.
“Kami hadir disini untuk menyerap dan menampung aspirasi langsung dari Kemenag,” terang mantan Bupati Rohul ini.
Kami harap semua pihak serius menyelesaikan keinginan besar ini agar berjalan sesuai rencana, katanya. Pihaknya menjanjikan akan menindaklanjuti PR besar itu ke dalam agenda rapat DPR RI dalam waktu dekat.
Menanggapi hal itu, Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin mengungkapkan apresiasinya atas dukungan Komisi VIII DPR RI terkait pembentukan Balai Diklat Keagamaan di Riau.
Terlebih lagi dengan kondisi pegawai Kemenag Riau yang sangat banyak. Kebutuhan peningkatan SDM tentu harus didukung dengan pengembangan kegiatan pendidikan dan ppelatihan. “Mudah mudahan Balai Diklat di Riau segera terwujud,” ujarnya.
Mahyudin menambahkan dengan kondisi gedung asmara haji yang sekarang ini sangat mendukung bersih dan sangat terawat. Ketika gedung itu tidak difungsikan sebagaimana mestinya, sia sia saja perawatan dari pihak SPN selama ini. Apalagi perawatan ini juga berasal dari anggaran APBN Kapolri, lanjutnya.
Ia memandang sembari menunggu SK definitif untuk Balai Diklat tersebut turun. Pihaknya berharap untuk sementara, minimal gedung asrama haji ini bisa dimanfaatkan sebagai kampus perwakilan dari Balai Diklat Keagamaan Padang bagi ASN Kemenag.
Usai tinjauan lapangan, Tim Komisi VIII DPR RI melanjutkan agenda kunjungan ke Kesultanan Siak (vera)