0 menit baca 0 %

Dongkrak Prestasi MTQ dengan Bibit dan Pelatih yang Unggul

Ringkasan: Riau (Inmas)- Untuk mendongkrak prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), maka Provinsi Riau perlu melakukan langkah strategis dan pola- pola pembinaan dengan bibit dan pelatih yang unggul. Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, usai memberikan materi pada kegia...

Riau (Inmas)- Untuk mendongkrak prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), maka Provinsi Riau perlu melakukan langkah strategis dan pola- pola pembinaan dengan bibit dan pelatih yang unggul.

Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, usai memberikan materi pada kegiatan Orientasi Peningkatan Mutu dan Kualitas Hakim MTQ Provinsi Riau Tahun 2017 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Selasa (31/10/2017).

“Secara internal capaian prestasi MTQ  kita tahun 2017 di tingkat nasional merupakan yang terburuk sepanjang sejarah. Untuk itu, secepatnya dilakukan evaluasi dalam rangka mencari langkah- langkah untuk mendongrak prestasi yang tertinggal tersebut,” ungkap mantan Kakankemenag Rohul ini.

Menurutnya, ada tiga langkah utama yang perlu dilakukan dalam rangka memperbaikan kualitas MTQ Provinsi Riau, yaitu perubahan secara mendasar terhadap kegiatan LPTQ dan pembinaan LPTQ secara umum di Provinsi Riau, diawali dari dewan hakim. Dewan hakim haruslah yang berkualitas, memiliki integritas sehingga saat memberikan nilai menentukan pemenang murni hasil yang ditampilkan.

Peserta yang berkualitas yang berpotensi harus dibina secara terus menerus, jangan sampai ada factor kesukuan, hubungan dan sebagainya. Tapi siapapun dia asal anak Provinsi Riau memiliki potensi maka betul- betul harus diberikan pembinaan secata total.

Saat MTQ semua pihak harus bekerja sama, mulai dari pelatih, official, dan pendamping untuk mempersiapkan peserta secara maksimal. Termasuk dalam hal akhlakul karimah dan ibadahnya kepada Allah SWT. Jika ibadahnya saja tidak baik, maka hasil pun akan berpengaruh.

“Semua komponen harus terlibat dan bekerjasama, sehingga kualitas anak kita dapat kita tingkatkan. Jika perlu ada wadah khusus tempat anak- anak berprestasi dalam rangka pembinaan dan memperdalam kemampuan yang dimiliki,” ungkap Ahmad Supardi dan mengusulkan agar Pemerintah Daerah dapat mencari lahan untuk pembangunan Quran Center, hal tersebut dapat dilakukan secara bertahap 1 tahun Rp1 M, dalam 5 tahun pembangunan akan tuntas secara lengkap.

Namun jika hal tersebut tidak memungkinkan, maka bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang ada, seperti asrama haji, rusunawa dan tempat lainnya sebagai tempat sementara. Hanya butuh pembenahan sedikit menyesuaikan dengan kondisi yang tepat sebagai lokasi pembinaan.

“Jika ini dapat kita lakukan, maka kita bisa mendongkrak prestasi kita yang terpuruk pada titik nol kembali berkibar pada tingkat nasional seperti tahun- tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Biro Administrasi dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Riau, H Masrul Kasmi, untuk meningkatkan kualitas MTQ dan STQ Provinsi Riau butuh komitmen bersama, mulai dari pejabat hingga masyarakat. Prestasi STQ Provinsi Riau tahun 2017 yang berada di posisi paling bawah dari sebelumnya, merupakan indicator kerja utama yang perlu dibenahi bersama.

“Langkah- langkah yang akan kita tempuh adalah mengorganisasi kegiatan- kegiatan keagamaan melalui penembangan tilawatil qur’an, ada pola yang diajukan yaitu memperbanyak pembinaan- pembinaan untuk meningkatkan presati qori qoriah, hafiz hafizhah dan peserta musabaqah lainnya dengan bimbingan dari tenaga yang memang ahli dalam bidangnya. Dan kita akan mengupayakan adanya model pendidikan khusus Al Qur’an, dan meng cut habis peserta yang bukan putra daerah,” ungkapnya. (mus/jon/faj)


Â