0 menit baca 0 %

Dokter Muda Cantik Asal Inhil, Bocorkan Tips Sehat Bagi Jamaah Haji

Ringkasan: Riau (Inmas) - Ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan kesiapan fisik yang kuat. Hal ini disebabkan banyaknya rukun dan wajib haji yang harus dilakukan dan kondisi cuaca di Arab Saudi yang sangat ekstrem bila dibandingkan dengan di Indonesia. Saat ini saja, menit-menit info terakhir yang saya t...

Riau (Inmas) - Ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan kesiapan fisik yang kuat. Hal ini disebabkan banyaknya rukun dan wajib haji yang harus dilakukan dan kondisi cuaca di Arab Saudi yang sangat ekstrem bila dibandingkan dengan di Indonesia.

“Saat ini saja, menit-menit info terakhir yang saya terima cuaca di Arab Saudi sudah diatas 40 derajat Celcius”, ungkap salah seorang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia kepada humas Kemenag Riau di ruangan informasi  Haji EHA, Sabtu (06/07).

Menurutnya sspek kesehatan menjadi hal yang penting dalam menjalani ibadah haji.

Untuk itu dibutuhkan kesiapan jamaah agar ibadah berjalan lancar. 

Pasalnya, pada tahun lalu, masih banyak calon haji yang kurang persiapan, kata Dr Aulia Rahmadhani Mahlan. 

Ia menilai selama ini Kementerian Kesehatan selalu mengimbau jemaah haji Indonesia untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama di tanah suci. 

“Belum ada laporan selama ini terkait layanan kesehatan, kita Alhamdulillah  tidak pernah kekurangan obat,, bahkan pengadaan obat obatan untuk jamaah di tanah suci bisa berjalan ton ton”, terang dokter yang akrab disapa Aulia ini. 

Setidaknya  ada lima hal yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh jemaah haji selama menjalankan ibadah di tanah suci. 

Pertama, selalu membiasakan untuk sarapan terlebih dulu sebelum berangkat ke masjid atau melakukan kegiatan ibadah lainnya. 

Kedua, mengenakan sandal jika bepergian ke masjid dan dibawa ke dalam masjid. “Seringnya kejadian,jamaah mengabaikan ini makanya ada yang mengalami kaki melepuh, lecet", katanya.

Selanjutnya, meminum air sesering mungkin, jangan menunggu haus. “Tubuh butuh cairan, jadi kenapa harus menunggu haus baru minum, kalo bisa setiap satu jam biasakan minum yang banyak, karena itu kunci badan sehat”, katanya melanjutkan poin ketiga.

Keempat,  menggunakan masker setiap kali ke luar ruangan.”Ini penting menjaga diri dari segala hal berbahaya dinegerikan asing”, ujarnya.

Terakhir membawa alat pelindung diri seperti payung, topi, kacamata, untuk menjaga kondisi badan.

Sementara itu ketika disinggung mengenai kesiapan SDM kesehatan dalam melayani jemaah, Aulia meyakinkan bahwa meskipun dari segi jumlah atau rasio petugas dan jemaah haji terlihat kurang, namun dengan strategi yang tepat niscaya tetap dapat memberikan layanan optimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

Saat ini Kemenkes terus berupaya memberikan fasilitas memadai dan pendampingan bagi para calon jamaah haji, sebelum berangkat hingga tiba di Tanah Suci.

“Kita selalu menyiapkan beragam obat demam, obat jantung, asma, sesak nafas bahkan saya sendiri bawa alat alat nebolizer, karena ada pasien saya ada yang asma, mana tahu asmanya kambuh, kita langsung pasang karena fortable”, katanya.

Selain itu, lanjut  Dokter muda ini mengharapkan jamaah untuk menghindari dekat  dengan unta, jangan terlalu memaksakan diri dalam beribadah, dan laporkan bila ada gangguan kesehatan segera kepada petugas, baik itu ketua regu, ketua rombongan, ketua kloter, terutama petugas kesehatan.

 “Alhamdulliah inovasi terbaru pelayanan terhadap jamaah khususnya terkait konsumsi sudah semakin membaik ketimbang tahun sebelumnya, dengan inovasi menu makanan yang menyesuaikan daerah termasuk ruangan yang difasilitasi AC selama di Arafah”, bebernya.

Terakhir Dr Aulia mengharapkan agar seluruh petugas PPIH bisa saling bekerja sama, satu suara dan satu info, agar jamaah tidak bingung dan mudah mengikuti aturan itu. “Kita harus menjadi tim yang solid demi jamaah, tamu Allah”, tandasnya.(vera)