0 menit baca 0 %

Doa Kerahiman Ilahi Dipadukan dengan Wawasan Moderasi Beragama dalam Satu Kebersamaan Umat di Kuansing

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Umat Katolik Teluk Kuantan menggelar kegiatan keagamaan yang memadukan devosi spiritual dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan, bertempat di rumah salah satu umat di Lingkungan Telkom Paroki Santo Antonius Padua Teluk Kuantan pada Rabu (19/11/2025).Acara diawali dengan Doa Kerahi...

Kuansing (Kemenag) – Umat Katolik Teluk Kuantan menggelar kegiatan keagamaan yang memadukan devosi spiritual dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan, bertempat di rumah salah satu umat di Lingkungan Telkom Paroki Santo Antonius Padua Teluk Kuantan pada Rabu (19/11/2025).

Acara diawali dengan Doa Kerahiman Ilahi (Devosi) yang dipimpin oleh Ibu Erniwati br. Sidabutar, atau yang akrab disapa Mama Kepin Sinaga. Devosi ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah umat serta Penyuluh Agama Katolik dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuantan Singingi.

Menghayati Iman Katolik dalam Semangat Moderasi Agama

Usai devosi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyuluhan mengenai Program Penguatan Moderasi Beragama. Materi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kuansing, Pakrin Manalu, S.Pd., yang dikemas secara kontekstual melalui pendekatan iman Katolik dengan mengangkat tema: “Menghayati Iman Katolik dalam Semangat Moderasi Agama.”

Pakrin Manalu menegaskan bahwa Moderasi Beragama adalah kunci untuk membangun cara pandang keberagamaan yang adil, seimbang, toleran, dan menghargai perbedaan. Hal ini sangat penting untuk memelihara kerukunan di tengah tantangan seperti radikalisme, intoleransi, dan ujaran kebencian yang dihadapi bangsa Indonesia yang majemuk.

"Semangat moderasi harus dihidupi secara nyata oleh seluruh masyarakat, termasuk umat Katolik. Penjelasan ini juga sejalan dengan ajaran Konsili Vatikan II melalui Nostra Aetate (1965), yang mendorong dialog, kerja sama, dan pembangunan perdamaian lintas iman," ujar Pakrin Manalu.

Panggilan Iman untuk Menjadi Pelopor Kerukunan

Sesi diskusi semakin mendalam dengan kehadiran perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari unsur Katolik, Bapak Saladin Tamba. Dalam pernyataannya, beliau memberikan penguatan kepada umat mengenai peran strategis umat Katolik dalam menjaga kerukunan.

“Umat Katolik memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor kerukunan. Kita harus tetap teguh pada iman, namun hadir sebagai pribadi yang membawa damai, mampu berdialog, dan menghormati keyakinan saudara-saudara kita yang berbeda. Kerukunan itu bukan hanya tugas negara, tetapi panggilan iman,” tegas Bapak Saladin Tamba.

Beliau juga mengajak umat untuk terus mendukung kerja sama lintas agama guna menjaga keharmonisan sosial di Kabupaten Kuantan Singingi.

Empat Nilai Utama Moderasi Beragama

Penyuluhan ini menekankan empat nilai utama Moderasi Beragama yang wajib dihayati umat, yaitu:

1. Komitmen Kebangsaan: Setia pada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.

2. Toleransi: Menghargai keberagaman iman dan budaya.

3. Anti-Kekerasan: Menolak segala bentuk kekerasan dan ujaran kebencian.

4. Akomodatif terhadap Budaya Lokal: Menghargai tradisi dan kearifan lokal yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan yang menggabungkan dimensi spiritual dan wawasan kebangsaan ini diharapkan mampu memperkuat iman umat serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya hidup rukun, toleran, dan membawa damai di tengah masyarakat majemuk Kuansing. (PM)