0 menit baca 0 %

Do'a Kakanwil Kemenag Riau Buat Bupati Siak yang Dilantik, Menyentuh Sanubari

Ringkasan: Riau (Inmas) Gubernur Riau Syamsuar memimpin prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Alfedri sebagai Bupati Siak di Gedung Daerah Gubernuran (Balai Serindit) yang berlokasi di jalan Diponegoro, Senin (18/093). Pelantikan Bupati Siak masa Bhkati 2019-2021 ini turut dihadiri Kakanwil Kemenag Riau Dr...

Riau (Inmas) – Gubernur Riau Syamsuar memimpin prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Alfedri sebagai Bupati Siak di Gedung Daerah Gubernuran (Balai Serindit) yang berlokasi di jalan Diponegoro, Senin (18/093). Pelantikan Bupati Siak masa Bhkati 2019-2021 ini turut dihadiri Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA sekaligus sebagai pembaca do’a pada kegiatan yang dimulai pukul  09.40 WIB tersebut.

Syamsuar dalam sambutannya mengatakan penyelnggaraan pemerintahan di Kabupaten Siak harus menjadi fokus utama bagi Bupati Siak beserta perangkat kerja daerahnya. Hal itu harus menjadi tanggung jawab Bupati Siak sebagai penyelenggara penerintahan di daerah guna lancarnya prses pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya hal itu sejalan dengan visi Kabupaten Siak yang tertuang dalam RPJM Tahun 2016-2021 “Terwujudnya Kabupaten Siak yang maju dan sejahtera dalam lingkungan masyarkat yang agamis dan berbudaya melayu, serta menjadi tujuan pariwisata Sumatera.

Usai sambutan Gubernur Syamsuar, Mahyudin yang ditunjuk sebagai pembaca do’a pada pelantikan tesebut mengawali do’a dengan kerendahan hati. “Pada kesempatan yang penuh khidmat dan kebahagiaan ini, kami semua hamba hambamu yang lemah tak berdaya dihadapanMu, menundukkan kepala seraya memanjatkan puji  dan syukur serta do’a yang hanya tertuju ke hadiratMu, hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan”, panjatnya. Seterusnya Ia memohon curahan rahmat dan titipanMu, yang pada saatnya Engkau akan ambil kembali, amanat yang pada saatnya nanti harus kami pertanggungjawabkan di PengadilanMu, pinta Mahyudin.

Mahyudin juga mendoakan Bupati Siak yang baru dilantik diberi kekuatan dan kemampuan untuk dapat melaksanakan amanat dengan sebaik baiknya. Tidak hanya itu, Ia juga memohom kepada Allah untuk mendapatkan tuntutan jalan yang lurus dan dipalingkan dari jalan yang sesat sehingga dapat menyinari jiwa dan dapat melihat yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Dalam penutup do’anya, mahyudin dengan tulus mengakui bahwa telah begitu banyak dosa dan khilafyang dilakukan selama ini akibat dosa dan kesalahan pemimpin  terdahulu.(vera)