0 menit baca 0 %

Dituntut Pahami Simkah Berbasis Website, 10 Operator KUA Kabupaten Kampar Ikuti Pelatihan

Ringkasan: Riau (humas) - Seluruh peristiwa Nikah harus di masukkan ke dalam Aplikasi SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah) di seluruh KUA,  karena penggunaan Aplikasi SIMKAH online merupakan kewajiban bagi KUA. Maka penting, baik kepala KUA maupun operator KUA harus memperhatikan akurasi data nikah.

Riau (humas) - Seluruh peristiwa Nikah harus di masukkan ke dalam Aplikasi SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah) di seluruh KUA,  karena penggunaan Aplikasi SIMKAH online merupakan kewajiban bagi KUA. Maka penting, baik kepala KUA maupun operator KUA harus memperhatikan akurasi data nikah. Termasuk juga pengelolaannya melalui aplikasi tersebut dengan baik sebagai wujud pelayanan Kemenag terhadap masyarakat.

Hal ini di sampaikan oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil  Kementerian Agama Riau, Drs H Afrialsah Lubis MPd pada pelatihan operator SIMKAH web yang dilaksanakan di ruangan Kabid Urais Kanwil Kemenag Riau, Kamis (09/04).

Menurut Afrialsah, penggunaan dan updating data pada SIMKAH online merupakan bentuk layanan kepada masyarakat dalam memperoleh informasi pernikahan yang terkini. Sehingga memudahkan masyarakat untuk mengetahui dan mengakses data nikah baik kecamatan maupun kabupaten.

“Disinilah pengisiannya menjadi sangat penting dan perlu diperhatikan bersama dengan teliti.” Katanya.

Hal senada diutarakan Kasi Pemberdayaan KUA dan Keluarga Sakinah H Sobri SAg. Ia menyepakati melalui sosialisasi SIMKAH web yang dilakukan saat darurat covid-19 ini, diharapkan kedepan tidak ada lagi kepala KUA kecamatan dan para pegawainya yang tidak bisa mengoperasikan komputer.

“Jangan sampai gagap teknologi terutama update data nikah, dan kebutuhan pelayanan online terlebih pada masa darurat covid ini” ungkap Sobri.

"Alhamdulillah hari ini ada 10 operator dari 10 Kecamatan yang ada di Kampar mengikuti pelatihan Simkah web," sebutnya.

Dengan sosialisasi SIMKAH web ini kita harapkan kedepan 25 KUA di Riau yang tercatat masih belum menerapkan aplikasi ini terpacu untuk lebih meningkatkan kompetensinya dalam bidang IT.

Ia memaparkan dari 163 KUA yang tersebar di Riau, baru 138 KUA yang sudah menjalankan aplikasi SIMKAH web ini. “Semoga kedepan akan ada operator yang menyusul untuk mengikuti pelatihan operasional simkah web ini,” harapnya.

Lebih lanjut Sobri mengajak  operator SIMKAH dan Kepala KUA untuk dapat bersinergi dalam proses baik input maupun updating data SIMKAH.

“Untuk itulah, Kepala KUA dan operator SIMKAH beserta seluruh komponen untuk bersinergi dengan memasukkan data yang benar sehingga datanya bisa akurat” ajak Sobri.

“Mari kita tingkatkan entry data melalui SIMKAH maupun KUA Online supaya data kita akuntable dan baik”harapnya.

Yang sangat penting diingat adalah sebelum melakukan penginputan data catin, operator KUA terlebih dahulu mengecek dan memastikan data pelengkap catin benar-benar sudah cukup dan memenuhi persyaratan atau tidak. “Jika ada satu saja data tidak terbaca oleh sistem, tentu secara otomatis tidak bisa dilakukan pengimputan data lanjutan pada Simkah berbasis website,” jelasnya.

“Kalau menginput saja tidak berhasil, bagaimana mungkin bisa mencetak buku nikah melalui SIMKAH berbasis website, saya berharap hari ini juga ada perwakilan salah satu operator KUA yang ikut pelatihan ini yang sudah bisa menginput bahkan mencetak  buku nikah." Harapnya menutup bincang.(vera)