0 menit baca 0 %

Ditjen Bimas Islam Monitoring Lembaga dan Ormas di Riau

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kasi Lembaga Majelis Taklim Islam dan Kemitraan Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Islam Kemenag RI, Nofiarti, Selasa (19/12/2017) melakukan monitoring Program Pemberian Bantuan kepada Lembaga dan Ormas Islam di Kanwil Kemenag Riau.Kunjungan Kasi Lembaga Dirjen Bimas...

Riau (Inmas)- Kasi Lembaga Majelis Taklim Islam dan Kemitraan Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Islam Kemenag RI, Nofiarti, Selasa (19/12/2017) melakukan monitoring Program Pemberian Bantuan kepada Lembaga dan Ormas Islam di Kanwil Kemenag Riau.

Kunjungan Kasi Lembaga Dirjen Bimas Islam tersebut disambut langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI dan Kasi PHBI H Damhir, dan Kasubbag Umum Darwison MA.

Nofiarti mengatakan, monitoring yang dilakukan tersebut dalam rangka melakukan pendataan ormas, lembaga dakwah dan majelis taklim agar data yang ada akurat dalam rangka membantu lembaga yang ada agar terdata, terdaftar dan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Terhadap lembaga yang ada  baik itu ormas, majelis taklim dan lainnya akan kita data dalam rangka untuk memfasilitas pemberian bantuan, karena mereka merupakan perpanjang tangan pemerintah dalam dakwah. Untuk tahun 2017 telah kita berikan pada 21 majelis taklim dengan nominal memang belum memadai, tapi hal tersebut merupakan langkah awal untuk memaksimalkan peran lembaga dan ormas di masyarakat,” jelasnya.

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, menyambut baik monitoring dan pemantauan langsung yang dilakukan oleh Kasi Lembaga Majelis Taklim Islam, sehingga didapatkan informasi terkait dengan jumlah dan peran lembaga dan ormas Islam yang ada di Riau.  Dengan demikian, ormas dan lembaga bisa mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah dengan menganggarkan aggaran yang memadai.

“Selama ini sudah ada bantuan untuk lembaga dan ormas, seperti Majelis Taklim, namun jumlahnya belum memadai dan masih sangat terbatas, untuk itu dengan adanya monitoring ini bisa melihat langsung tingkat kebutuhan lembaga dan ormas yang telah banyak membantu memerintah dalam syiar Islam,” jelasnya.

Selain itu, kata mantan Kakankemenag Rohul ini, dengan adanya monitoring, keberadaan lembaga dan ormas akan lebih terarah dan lebih terkontrol. Temasuk dalam kepengurusannya, harus diperbaharui dalam jangka waktu tertentu. Begitu juga dengan program kerja, harus jelas, sehingga saat mengajukan bantuan segala administrasi atau persyaratan dapat terpenuhi.

“Peran lembaga dan ormas di Riau saya lihat sangat besar, bahkan ada yang mengkhususkan diri, misalnya muhammadiyah yang focus pada pendidikan, majelis taklim focus pada pengajian rutin dan lainnya. Ini tentu sangat membantu pemerintah, dan dari pemerintah juga hendaknya memberikan perhatian yang lebih agar mereka termotivasi untuk terus menjalankan syiar Islam di masyarakat,” harapnya. (mus/eka/faj)