Riau (Inmas)- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyrakat Islam (Ditjen Bimas
Islam) Kementerian Agama RI dengan menggandeng Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag
Riau menggelar Workshop Peran Media Terhadap Seni Budaya dan Siaran Keagamaan
Islam di Provinsi Riau 23- 25 Mei 2019 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.
Acara dibuka oleh Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag RI, Dr H
Juraidi MA, Kamis (23/5/2019). Acara diikuti oleh 50 pesera yang merupakan
utusan awak media di Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak. Pemateri pada kegiatan ini berasal dari Ditjen Bimas
Islam, Kanwil Kemenag Riau dan Media di Riau.
Menururnya, Provinsi Riau merupakan baro meter budaya Islam di Indonesia, namun
penetrasi budaya asing yang sangat deras, mengikis budaya- budaya tradisional
Indonesia. Untuk itu, perlu dilakukan identifikasi dan revitalisasi, agar
budaya- budaya Islami bisa kembali berkembang di tengah- tengah masyarakat.
“Riau terkenal
dengan budaya Islami, namun seiring waktu mulai terkikis oleh budaya budaya
asing. Untuk itu melalui workshop yang melibatkmelibatkan awak media, budaya Islami
bisa dibangkitkan kembali,” ungkapnya dan berharap agar para peserta dapat
serius mengikuti kegiatan.
Ditambahkan Kabit Seni Budaya dan Siaran Kegamaan, Jalal
Sayuti, kegiatan Worskhop sebanyak 50 orang terdiri dari awak media elektronik
dan media cetak, kontributor humas Kemenag 4 Kabupaten Pekanaru, Kampar, Siak
dan Pelalawan, Humas Kanwil Kemenag Riau, dan Penyuluh Agama Islam Kota
Pekanbaru.
“Ditetapkannya Riau sebagai tuan rumah karena nilai seni
keagamaan di Riau sangat tinggi sehingga jadi barometer seni budaya di
Indonesia, semoga ini menjadi langkah utama untuk membangkitkan kembali budaya
seni Islami di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid
Penaiszawa HM Saman S Sos M SI menyampaikan ucapan terimakasih dengan
dijadikannya Riau sebagi tuan rumah pelaknsana Workshop Peran Media Terhadap
Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam di Riau. Karena kegiatan tersebut sangat
tepat dalam rangka mengangkat kegiatan seni budaya khususnya Islami yang belum
terexpose di media.
“Salah satu
seni budaya Islam di Riau yang belum dikenal masyarakat Indonesia adalah Gurindam 12, Ttarian bulian
pengobatan trandisional talang mamak dan lainnya. Ini sangat menarik untuk diangkat budaya
yang sudah mengakar tapi belum diketahui jelas oleh masyarakat, baik itu
sejarahnya maupun keberadaan sebenarnya,” ucap Saman memberi contoh. (mus/ana/ady/eka)