Ditjen Bimas Islam Gelar Workshop Jurnalis Keagamaan di Provinsi Riau
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Untuk meningkatkan kualitas para jurnalis keagamaan muslim dan meningkatkan profresionalisme jurnalis keagamaan/ muslim di daerah terpencil, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar kegiatan Workshop Jurnalis Keag...
Pekanbaru (Humas)- Untuk meningkatkan kualitas para jurnalis keagamaan muslim dan meningkatkan profresionalisme jurnalis keagamaan/ muslim di daerah terpencil, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar kegiatan Workshop Jurnalis Keagamaan di Provinsi Riau 13-15 September 2011 di Hotel Ratu Mayang Garden Pekanbaru. Acara tersebut diikuti oleh 40 orang peserta utusan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Muh Ramli Massenge MA, dalam laporannya mengatakan, selain untuk meningkatkan profesionalisme kegiatan workshop tersebut juga dalam rangka manambah wawasan dan baru bagi jurnalis keagamaan di daerah. Karena nara sumber yang dihadirkan adalah orang- orang yang ahli dalam bidang jurnalis dan sudah lama berkecimpung di dunia jurnalistik keagamaan.
"Nara sumber yang kita hadirkan adalah benar- benar ahli dibinang jurnalis, seperti Prof Dr Nasaruddin Umar MA dari Dirjen Bimas Islam, Drs Hj Euis Sri Mulyani M Pd Direktur Penerangan Agama Islam, Drs H Nandi Aziz SH MA, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Asyari Nur SH MM, Kabid Penamas, dan praktisi dakwah Dr H M Fachri MA," kata Ramli.
Sedangkan meteri yang disampaikan menyangkut Kebijakan Ditjen Bimas Islam dalam Meningkatkan peran Jurnalis Keagamaan/ Muslim, teknik berdakwah bil lisan dan bil halal, muatan dakwah dalam pemberitaan media massa, strategi jurnalis keagamaan/ muslim dalam pemberitaan media massa, wacana keagamaan di media massa dan peran dai di era globalisasi.
Ramli menambahkan, ada beberapa hal yang melatar belakangi digelarnya workshop jurnalis keagamaan oleh Ditjen Bimas Islam di Riau, pertama karena peningkatan stigmatisasi negatif terhadap Islam adalah sebuah tantangan besar bagi para jurnalis muslim untuk memberikan counter. Kedua, merebaknya radikalisme, ekstrimisme, merupakan fenomena sosial yang harus segera ditangani secara serius dan terstruktur. Ketiga, pembangunan image Islam melalui jurnalistik adalah upaya strategis guna memotong arus negatif terhadap Islam dari dunia luar dan ketiga tersampaikannya informasi tentang Islam yang damai, bersahabat dan penuh kekeluargaan menjadi isu utama dalam membangun tata kehidupan bermasyarakat. (msd)