0 menit baca 0 %

Ditjen Bimas Islam Gelar Bimbingan Keagamaan di Lapas Perempuan Pekanbaru

Ringkasan: Riau (Inmas)- Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) Kementerian Agaman (Kemenag) dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tentang Pembinaan Warga Lapas, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI menggelar Bimbingan Keagamaan di 3 Lapas...

Riau (Inmas)- Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) Kementerian Agaman (Kemenag) dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tentang Pembinaan Warga Lapas, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI menggelar Bimbingan Keagamaan di 3 Lapas di Indonesia, yaitu Lapas Palembang, Lapas Martapura dan Lapas Perempuan Kelas II A Pekanbaru.

Bimbingan Keagamaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Kamis (9/5/2019) berlangsung meriah diwarnai keakraban antara warga lapas dengan tim Kemenag RI, Kemenag Riau dan Kemenkumham Provinsi Riau. Hadir pada acara tersebut Dirjen Bimas Islam yang diwakili oleh Direktur Penerangan Agama Islam, Dr H Juraidi MA, Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, Kanwil Kemenkumham M Diah, Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI, Kasi- Kasi pada Bidang Penaiszawa, penyuluh, dan sekitar 300 penghuni Lapas Kelas II A Pekanbaru.

H Junaidi menyebutkan, tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa, namun sebaik- baik orang berdosa adalah orang yang bertaubat. Untuk itu melalui pembinaan keagamaan warga lapas diharapkan setelah selesai menjalani masa hukuman, dapat kembali ke masyarakat dalam kondisi lebih baik.

 “Ini merupakan tindaklanjut kerjasama Kemenag dengan Kemenhumam dalam pembinaan keagamaan disemua lapas dengan menerjunkan penyuluh PNS maupun Non PNS di seluruh Indonesia. Dan hari ini kita melakukan evaluasi sekaligus menghormati bulan suci ramadhan dengan membuat program khusus di 3 lapas di Indonesia, termasuk salah satunya di Pekanbaru, Riau. Dan hasilnya sungguh luar biasa, dari beberapa kuis berhadiah yang kita berikan pada warga lapas, hampir seluruhnya menjawab dengan baik dengan ada yang melanjutkan ayat, shalawat dan lain,” ungkapnya dan berharap pembinaan terhadap warga Lapas akan terus meningkat sehingga saat keluar dari lapas bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Mahyudin menambahkan, pembinaan keagamaan Ditjen Bimas Islam ke Provinsi Riau merupakan langkah yang luar biasa dalam rangka melihat langsung apa yang telah dilakukan oleh Kemenag Riau melalui para penyuluhnya, khususnya di Lapas.

“Kita sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ditjen Bimas Islam, karena Bimbingan Keagamaan sangat dibutuhkan sebagai motivasi bagi mereka untuk terus melanjutkan hidup. Dan seperti yang disampaikan tadi, bahwa keberadaan mereka disini bukan musibah, tapi merupakan keberuntungan karena diingatkan sejak awal oleh Allah SAW, sehingga bisa menyadari kesalahan lebih dini. Melalui pembinaan ini, mereka bisa sadar dari kesalahan yang selama ini dilakukan dan kembali kemasyarakat dalam keadaan lebih baik,” ucapnya.

Untuk kondisi Lapas Perempuan Kelas II A Pekanbaru saat ini berpenghuni 331 orang, didominasi kasus narkoba, korupsi, perjudian, penipuan dan lainnya. “Saya sangat berterimakasih kepada tim Kemenag, karena ini sangat membantu petugas- petugas saya dalam memberikan pembinaan kerohanian kepada warga kita, sehingga warga kita lebih tenang dan sabar dalam menjalani kehidupannya disini, sehingga saat keluar meraka bisa lebih baik,” ungkap M Diah.

Sementara itu HM Saman menambahkan, jumlah penyuluh PNS di Provinsi Riau saat ini sebanyak 114 orang, khusus Pekanbaru sebanyak 46 orang, sementara penyuluh non PNS sebanyak 1.222 orang yang tersebar di 12 Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau. “Kedepan kita berharap bukan hanya penyuluhan rutin, tetapi dapat juga membuat suatu kegiatan lomba- lomba kegamaan sehingga semakin memotivasi warga binaan untuk memperlajari agama, sehingga keluar dari sini bisa lebih mandiri,” pungkasnya.

Pada akhir pembinaan keagamaan ditandai dengan pemberian cenderamata kepada seluruh penghuni lapas secara simbolis dari Direktur Penerangan Agama Islam kepada warga lapas. (mus/ady/anto/ana)

 

Â