0 menit baca 0 %

Ditengah Gerimis Umat Hindu lakukan Persembahyangan Purnama keenam

Ringkasan: Riau(Inmas) Kamis 22 November 2018 Wrespati Umanis Gumbreg Rerain Purnama merupakan hari Persembahyangan bagi Umat Hindu yang ada diseluruh Indonesia untuk melaksanakan Purnama Keenam, sama halnya dengan Umat Hindu yang mengadakan Persembahyangan di Pura Agung Jagadnatha, Pekanbaru - Riau.Acara yang...

Riau(Inmas) Kamis 22 November 2018 Wrespati Umanis Gumbreg Rerain Purnama merupakan hari Persembahyangan bagi Umat Hindu yang ada diseluruh Indonesia untuk melaksanakan Purnama Keenam, sama halnya dengan Umat Hindu yang mengadakan Persembahyangan di Pura Agung Jagadnatha, Pekanbaru - Riau.

Acara yang dimulai sejak pukul 19.00 Wib diikuti seluruh umat Hindu yang ada di Pekanbaru yang dipandu oleh Pemangku, Kawit S.Ag dimana sebelumnya setiap Umat Hindu terlebih dahulu melakukan sembahyang di rumah masing-masing.

Ditemui selesai Upacara persembahyangan, Kawit selaku Pemangku menjelaskan sesuai dengan namanya pelaksanaan Upacara ini berlangsung saat bulan Purnama, yaitu jatuh pada setiap malam bulan penuh (Sukla Paksa). Rerahinan Purnama jatuh setiap 30 hari atau 29 hari sekali.

Beliau menambahkan Persembahyangan Purnama ini bertujuan untuk memohon berkah dan karunia dari Ida Sang Hyang Widhi yang telah menerangi dunia beserta isinya dan kebersihan lahir dan batin adalah satu wujud keimanan, kebersihan secara manusia secara lahir dan batin sangatlah penting, dalam kehidupan untuk mencapai keselarasan, baik itu untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan maupun terhadap Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi.

Dengan kebersihan diri, kita akan di berikan kemudahan kebahagian, maka kita sebagai umat hindu hendaknya menjaga dan memelihara terutama kebersihan hati dan pikiran, karena dengan itu semua hidup ini akan terasa lebih bermakna baik di mata dunia maupun di hadapan Tuhan.

Kebersihan hati juga adalah satu hal yang pokok dan sangat penting terutama saat memohon berkah dan anugrah kepada Sang Pencipta yang harus dilakukan pada bulan Purnama Penuh tandasnya mengakhiri. (belen/ana/mus)