0 menit baca 0 %

Ditengah Deraan Kabut Asap Mengganas, 1 Guru dan 1 Pegawai Bidang Penmad Meninggal Mendadak

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Ditengah deraan kabut asap yang menerpa Provinsi Riau lebih dari sebulan penuh, keluarga besar Bidang Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Riau berduka dengan meninggal mendadaknya salah seorang guru RA Siti Khodijah (31) seusai melaksanakan Pendidikan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) di...

Pekanbaru (Inmas) - Ditengah deraan kabut asap yang menerpa Provinsi Riau lebih dari sebulan penuh, keluarga besar Bidang Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Riau berduka dengan meninggal mendadaknya salah seorang guru RA Siti Khodijah (31) seusai melaksanakan Pendidikan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) di Hotel Winstar Pekanbaru yang dilaksanakan oleh UIN Suska Riau pada Senen (05/10) saat menunggu Travel kepulangan ke Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu.

Menurut keterangan Aliadi, salah seorang peserta PLPG yang juga berasal dari MTs Swasta di Rokan Hulu yang mau pulang dan menunggu travel bersama Almarhumah kepada media menyampaikan, seusai penutupan PLPG jam 12.00 WIB terus makan dan melaksanakan Sholat Dzuhur kami berempat yang berasal dari Rohul bersiap-siap mau pulang dan langsung ke loby hotel menunggu jemputan/travel, tidak lama kami dibawah tiba-tiba Bu Siti terjatuh dari tempat duduknya langsung pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina, namun sesampai di Ibnu Sina dan diperiksa oleh dokter jaga di UGD ternyata beliau sudah tidak bernyawa lagi, pada saat ini kami sedang menunggu suami beliau yg sedang dalam perjalanan dari Rokan Hulu, terang Muliadi.

Menurut informasi dari pihak rumah sakit, beliau terkena serangan jantung dan sudah meninggal sejak berada dalam perjalanan ke Rumah sakit tadinya.

Hadir dalam menjenguk jenazah di RS.Ibnu Sina tersebut Kabid Penmad H.Mahyudin, Kasi PTK Ilyas M.Ag, Kasi Kelembagaan dan SIM Afrialsyah Lubis, Santoso SH dan Ahmad Zakir Staf Sarana Prasarana yang sewaktu mendengar informasi musibah tersebut langsung menuju rumah sakit, Kabid Penmad kepada keluarga yang sudah hadir menyampaikan bahwa keluarga besar Penmad Riau turut berdukacita atas meninggalnya Ibu Siti Khodijah dalam keadaan sedang melaksanakan tugas, semoga almarhumah diterima disisi Allah SWT dan ditempatkan ditempat yang sebaik-baiknya serta kita berdo’a kepada Allah semoga suami dan keluarga yang ditinggalkan bersabar atas musibah ini adalah ujian terberat bagi keluarga namun kita bersabar dan selalu berdo’a semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada keluarga untuk menghadapinya, hatur Kabid kepada adek mertua almarhum yg lebih dulu hadir di rumah sakit.

Dalam perjalanan dari Rumah sakit ke Kantor sekitar pukul 16.00 WIB tiba-tiba Kabid mendapat telpon bahwa salah seorang pegawai Bidang Penmad yang bernama H.M. Iqbal Hali (31) telah meninggal dunia secara mendadak, menurut informasi dari pegawai lainnya bahwa pagi tadi beliau baru masuk kantor dan bercengkrama serta bersenda gurau dengan kawan-kawan lainnya, namun sekitar jam 10.00 WIB beliau minta izin ke rumah sakit atas keluhan sakit di pinggang beliau, namun sore sekitar jam 15.30 beliau menghembuskan nafas terakhir di pelukan ayahanda beliau H.Hasan Amal yang juga pensiunan pejabat Kanwil Kemenag Riau, menurut informasi dokter RS Awal Bros Pekanbaru tempat almarhun dilarikan beliau mengalami serangan jantung namun ada riwayat penyakit asma.

Menanggapi hal ini Kabid Penmad kepada Media menyampaikan, dalam deraan kabut asap yang mendera saat ini keluarga besar Penmad Riau dirundung duka dengan meninggal secara mendadak 1 orang guru RA dan 1 orang pegawai, walaupun menurut dokter mereka meninggal karena jantung, namun kondisi udara diRiau pada saat ini sudah sangat berbahaya berdasarkan laporan dari ISPU, asap saat ini cukup pekat dan berwarna abu-abu kehitam-hitaman, kalau kita menghirupnya langsung menyengat dan menyakitkan otak, madrasah/sekolah telah diliburkan lebih dari 1 bulan, namun kondisi belum ada perubahan kearah yang lebih baik, mudah-mudahan keadaan udara ini cepat membaik sehingga masyarakat Riau bisa menghirup udara segar lagi dan para pelajar/mahasiswa bisa belajar kembali dengan normal, pungkas Kabid.(AZ)