Riau (Inmas)- Cegah radikalisme peran tokoh agama agama harus dikedepankan, demikian ungkapan Kasubbag Inmas Dedi Sahrul S Kom Msi saat berbincang dengan salah seorang tim Inmasnya pada Rabu (20/09) siang. Ia mengaku pertemuan Tim Mabes TNI dibawah komando Kapten Taqwin beserta anggota Sertu yudi dan Sertu Indra dari Korem 031 dengan beliau di ruang kerja Inmas pada Jum’at (20/09) lalu, merupakan reward tersendiri baginya sebagai salah seorang tokoh muda di Riau.
Dedi mengatakan kedatangan Tim Mabes TNI tersebut untuk memperoleh dan sharing informasi tentang isu isu paham radikal, serta istilah-istilah lainnya yang berkonotasi pada gerakan radikalisme yang berkembang di Provinsi Riau. Ada beberapa titik yang diinformasikan tim Mabes TNI kepada Kasubbag Inmas, termasuk rumah rumah ibadah yang dicurigai melakukan pengelompokan diri secara khusus dalam arti eksklusivisme dalam beribadah, yang mana sudah menjadi catatan dan pantauan khusus bagi mereka beberapa dekade terakhir. Tak terkecuali terkait kasus jaringan narkoba sudah mulai berkembang di Riau, yang dikhawatirkan akan merusak moralitas generasi penerus bangsa.
Pria kalem ini mengaku, hal tersebut agar Bagian informasi dan humas dapat menyampaikan informasi yang valid kepada masyarakat, sehingga kita tidak akan dikorbankan oleh hal hal yang akan merusak keutuhan NKRI. “Makanya Tim Mabes TNI ingin menggandeng Kemenag untuk bersama sama bergerak mencari informasi yang akurat tentang paham radikal, narkoba juga ancaman teror”, terangnya. “Tim Mabes TNI juga menginginkan apa pun bentuk informasi yang diperoleh Inmas Kanwil Kemenag Riau, agar di sounding kepada tim mereka, sehingga Tim Mabes TNI dapat melakukan pendampingan.
Dalam pencegahan, Sekjen NU Provinsi Riau ini sepakat bahwa paham radikal yang berkembang dapat mengancam kerukunan umat beragama, untuk itu ia bersyukur atas inisiatif Tim Mabes TNI mengajak Kemenag bersama merangkul tokoh tokoh muda, ulama dan tokoh masyarakat senantiasa bergerak meluruskan pemahaman agama yang sangat sempit, menjadi pemahaman yang moderat dan universal, khususnya di Provinsi Riau.
Menurut dedi mengikuti perkembangan isu isu nasional yang makin kompleks hari ini harus menjadi tugas kita sebagai corong informasi di Kemenag Riau, pendekatan secara agama merupakan langkah tepat disamping pencegahan dari aspek hukum dan politik. Untuk itulah pihaknya sangat berbangga dan berterimakasih sekali atas kunjungan Tim Mabes TNI untuk bersanding dengan Kemenag dan ormas ormas lainnya.
“Para tokoh muda, tokoh agama, lembaga adat, ormas Islam termasuk Kemenag jelas memiliki pengaruh besar di masyarakat, kita harus pertajam lagi peran mereka untuk mencegah makin berkembangnya paham radikal, narkoba dan aksi terorisme di Riau”, ungkap Dedi kepada staf Inmasnya.
“Untuk melenyapkan seratus persen tentu tidak bisa, tapi minimal memperkecil dan mempersulit perkembangan paham radikal, narkoba dan aksi teror tersebut, tentu bisa kita lakukan jika bersama sama dalam satu tujuan”, imbuhnya.
Disinilah pentingnya peran seluruh jajaran Kemenag sebagai lembaga keagamaan yang memiliki tugas besar ditengah problematika masyarakat yang sangat beragam. Lebih lanjut dikatakan Dedi khusus mengenai kesalahpahaman atas doktrin agama, hal itu akan sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika hal ini terus berlangsung maka akan merongrong persatuan dan kesatuan bangsa.
Intinya pertemuan itu bertujuan untuk mengetahui informasi terkait dari mana asal dan bagaimana proses masuknya kelompok paham radikal, narkoba ke Riau. Dialog tersebut menghasilkan kesepakatan antara Kemenag dan Tim Mabes TNI akan lebih intens lagi saling barter informasi terkait tiga hal tersebut, kata Dedi menutup bincang.(vera)