0 menit baca 0 %

Disambangi Humas Kalbar, Begini Tanggapan Kasubbag Inmas Kemenag Riau

Ringkasan: Riau (Inmas) -  Kasubbag Humas Kalbar bersama Kabag TU Kemenag Kalbar mengunjungi Humas Kanwil Kemenag Riau pada Senin (29/10). Sejumlah kegiatan yang digagas Kasubbag dedi Sahrul S Kom MSi beserta tim Inmas Kanwil Kemenag Riau merupakan salah satu inovasi beberapa kurun waktu terakhir.

Riau (Inmas) -  Kasubbag Humas Kalbar bersama Kabag TU Kemenag Kalbar mengunjungi Humas Kanwil Kemenag Riau pada Senin (29/10). Sejumlah kegiatan yang digagas Kasubbag dedi Sahrul S Kom MSi beserta tim Inmas Kanwil Kemenag Riau merupakan salah satu inovasi beberapa kurun waktu terakhir. Proyek perubahan yang digagas Dedi menghadirkan inovasi baru dalam memberikan informasi yang aktual kepada masyarakat.

Kabag TU Kanwil kemenag Kalbar Drs H Rohadi mengaku tujuannya datang ke Humas Kanwil Kemenag Riau adalah untuk menggali informasi dan mengambil pembelajaran positif terkait inovasi informasi yang dilakukan Humas Kanwil Kemenag Riau. “Ini bisa menjadi wawasan pengetahuan dan pengalaman  baru bagi kami,

“Semoga apa yang dapatkan disini bisa kami bawa pulang, dan kita kembangkan disana nanti”, ucapnya.

Sementara itu Kasubbag Humas Kemenag Kalbar H Erwin S Kom MM sangat apresiatif terhadap inovasi yang diusung Kemenag Riau saat ini. “Hal ini merupakan pembelajaran bagi kami kedepannya, sementara kami di Kalbar untuk sarana dan pra sarana masih belum memadai, hanya mengandalkan foto dan video yang sederhana dengan 7 personil, 2 orang penulis berita, jelasnya.

“Saya perhatikan dan terus mengikuti perkembangan Humas Kemenag Riau, sangat menarik sekali bagi kami”, ungkapnya.

“Program roadshow jurnalistik, pemberitaan online dalam beberapa program seperti Kemenag Riau Menyapa, dialog interaktif Kemenag, Tausiyah jum’at, Breaking news merupakan kreativitas yang sangat bagus untuk dikembangkan.

Meskipun tak berada ditempat saat kunjungan, menanggapi hal itu Dedi Sahrul S Kom MSi mengatakan bahwa suatu kehormatan yang luarbiasa bagi keluarga besar Inmas Kanwil Kemenag riau dikunjungi humas Kemenag  Kalbar.

Dedi menuturkan bahwa kegiatan kegiatan kehumasan dan informasi terkait seluruh kegiatan bidang maupun madrasah, tidak melulu dalam bentuk tulisan." Hari ini, di era digital kita harus mampu memanfaatkan teknologi yang ada demi menunjang pelayanan informasi kepada masyarakat, kalau dilihat dari media, kita belum begitu canggih, namun kita menyesuaikan perangkat yang saja, dan mau berupaya dan berbuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat zaman sekarang”, terangnya.

Menurutnya perkembangan dunia IT sekarang mau tak mau harus kita ikuti, guna memaksimalakan informasi yang akan di sebar kepada masyarakat. “Orang sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di medsos seperti fb, Ig, twitter dan youtube, jadi tidak cukup dengan berita tulisan online saja seperti selama ini”, tutur pejabat muda ini. “Kita harus mampu membaca karakter dan kebutuhan konsumen berita kita”, katanya.

Tambah lagi sambungnya, generasi muda sekarang lebih banyak waktu mereka di medsos, nah untuk mengimbangi perkembangan zaman generasi millenial perlu adanya update informasi. Selain itu juga inovasi kami ini tak lain untuk memotivasi sekaligus mengasah skill ASN dalam dunia IT.

Ia berharap kedepan, Kemenag bisa mempunyai media televisi sendiri layaknya tv swasta yang telah menjamur sekarang ini. “Termasuk dipusat maupun daerah, kendati akan menelan biaya yang tak sedikit untuk mempersiapkan pemancar pertelevisian ini, tak ada salahnya kita berupaya dengan menggunakan tv satelit kedepan”, tambahnya. “Dengan SDM yang ada sekarang saya optimis hal ini dapat diwujudkan kedepan”, tambahnya lagi. Ia mengatakan Kemenag sejatinya telah mengarah kepada upaya upaya yang signifikan dalam melakukan perubahan untuk bisa lebih dekat melayani umat. “Sekarang dunia IT, maka pemerintahan pun harus mampu mengimbangi perkembangan itu”, tandas Dedi.

Harapan saya kita bisa memiliki media Tv sendiri, mengingat begitu banyak program agama dan keagamaan yang belum terakomodir dan terpublikasi secara maksimal. “Alangkah baiknya kita bisa punya media sendiri, karena saya yakin persoalan zakat, wakaf, pendidikan, haji, pernikahan dan pengembangan ekonomi umat tersebut, kalau bukan kita sebagai ASN Kemenag yang berbuat, siapa lagi?”, imbuhnya.

“Media Kemenag harus lebih profesional, dan memadai agar mampu menjawab persoalan umat di zaman millenial”, pungkas Dedi.(vera)