0 menit baca 0 %

Dirjen PHU: Keberhasilan Urusan Haji 80%nya Ditentukan Manajemen

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kementerian Agama sebagai pelaksana haji di Indonesia harus dapat memberikan layanan yang terbaik bagi jemaah calon haji sebab Kementerian Agama sudah berpuluh tahun berkecimpung mengurus haji di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji...
Pekanbaru (Humas)- Kementerian Agama sebagai pelaksana haji di Indonesia harus dapat memberikan layanan yang terbaik bagi jemaah calon haji sebab Kementerian Agama sudah berpuluh tahun berkecimpung mengurus haji di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu di hadapan pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Rabu malam (19/9). “Untuk musim haji tahun 2012 ini Kementerian Agama dituntut untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah, mengingat pada tahun ini jumlah jamaah haji berusia lanjut mencapai 25% di mana 20% di antaranya berpendidikan SD ke bawah. Kita adalah orang yang ditunjuk menjadi petugas, artinya orang yang melayani kebutuhan jamaah. Mereka yang akan berhaji harus dilayani sebaik-baiknya, memberikan informasi dan jawaban atas segala pertanyaan. Siapa saja pegawai Kemenag harus bisa melayani segala pertanyaan berkaitan haji ini. Kalau kita yang tidak tahu, berusaha untuk bertanya”, jelasnya. “Untuk itu kita sudah menyedikan Media Center Informasi Haji dengan nomor bebas pulsa 021 500 425 untuk menampung pertanyaan apa saja berkaitan haji. Ini dilakukan dalam rangka menegakkan transparansi dan kepercayaan masyarakat serta mengurangi unsur ketidakpastian. Juga terdapat berbagai tambahan jasa layanan seperti penyimpanan uang tunai melalui bank tanpa harus membawanya bersama jamaah. Ada penggunaan teknologi layanan penemuan jamaah hilang melalui lacakan pesawat telepon yang mereka bawa. Dan diupayakan layanan tarif telepon lokal meskipun berada di Arab Saudi”, tambahnya. Dalam pengarahannya Dirjen PHU memfokuskan penyelenggaraan haji kepada tiga hal penting yaitu pertama menghilangkan citra Kementerian Agama dari Korupsi dengan merencakan planning sebaik-baiknya khususnya di bidang haji, kedua meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat serta mengurangi unsur ketidakpastian, ketiga melengkapi berbagai tambahan jasa layanan seperti bank, telepon, dan sebagainya. “Oleh karena itu urusan haji bukan semata bersifat ritual, tetapi lebih dari itu sebenarnya pengelolaan manajemennyalah yang harus senantiasa terus ditingkatkan. "Apalagi hampir 220.000 orang berhaji dan 500.000 berumrah setiap tahunnya. Kalau kita mampu melayani dengan baik, berarti sudah memberi jalan orang beribadah secara sempurna. Pada gilirannya itu menjadi amal pahala di sisiNya. Hal ini sesuai sekali dengan motto kerja Kementerian Agama yaitu ikhlas beramal”, tegasnya. (as).