Pekanbaru (Inmas) Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan tanggung jawab Ditjen Bimas Kristen dalam menerapkannya kepada Guru agama Kristen, Untuk Itu Bimbingan Masyarakat Kristen adakan Workshop Pengembangan Kurikulum 2013 Guru Pendidikan Agama Kristen, Senin 07 Mei 2018 di Batiqa Hotel, Jln Jenderal Sudirman No.17- Pekanbaru.
Turut hadir pada acara tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen,Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si, Direktur Pendidikan Kristen, Dr. Pontus Sitorus, M.Si, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, diwakili Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Erizon Efendi S.Ag, Pembimbing Masyarakat Kristen, Sahat Sihombing, M.Pd , Rektor STT Arastamar Riau, Tony Salurante, M.Th .
Perubahan Kurikulum secara Nasional harus diikuti semua Jajaran Pendidikan, termasuk Pendidikan yang dikelolah Kementerian Agama papar direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen mengawali sambutannya. Beliau berharap Guru Menguasai dengan baik apa itu kurikulum 2013 dengan seluruh proses pembelajarannya dan mampu menerapkan dilapangan terhadap anak didik.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Erizon Efendi, S.Ag menyatakan Kurikulum merupakan alat untuk membina tenaga Pendidik. Beliau berharap guru harus menjadi pendidik bukan sebatas tenaga pengajar.
Sementara itu Pembimbing Masyarakat Kristen, Sahat Lambok Sihombing, M.Pd didampingi Stafnya Armin Antoni Silaban, S.Th menyampaikan Workshop Pengembangan Kurikulum 2013 itu perlu dilakukan sebab akan menjadi suatu penyegaran buat guru dalam menyelesaikan kenaikan pangkat karena akan dipersiapkan untuk menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Beliau menambahkan Acara yang dibebankan Pada Dipa Bimas Kristen diikuti oleh 50 Orang Guru serta Pengawas yang berada di Kab/ Kota di Provinsi Riau.
Acara yang diawali dengan Persembahan lagu Pujian dari STT Arastamar Riau berlangsung selama 4 hari, 07 s/d 10 Mei 2018 yang diakhiri dengan Penyematan tanda Peserta Oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen.(belen/eka)