0 menit baca 0 %

Dirjen Bimas Buddha lakukan Peletakan Batu Pertama Vihara Cemerlang Maitreya

Ringkasan: Riau (Inmas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia Caliadi SH,MH di dampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau,yang diwakili Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd,MM melaksanakan Peletakan batu Pertama Pembangunan Vihara Cemerla...

Riau (Inmas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia Caliadi SH,MH di dampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau,yang diwakili Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd,MM melaksanakan Peletakan batu Pertama Pembangunan Vihara Cemerlang Maitreya di Desa Sokop, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti pada Selasa siang (17 Oktober 2017). 

Turut hadir pada acara tersebut Bupati Kepulauan Meranti diwakili staf ahli bidang Pemerintahan Hukum dan Politik,Drs. Askandar, Ketua DPP Mapanbumi, Maha Pandita Citra Wira, Waketum Mapanbumi,Ir. Arif Harsono,MM, Kepala Kantor Wilayah Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau diwakili Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Meranti, Drs.H.Miskan, Camat Rangsang Pesisir diwakili Sekretaris Camat, Piskot Ginting, S.Ag, Ketua FKUB Kabupaten Meranti diwakili Sekretaris FKUB, Dr. Mahfud, Kepala Urusan Agama Kecamatan Rangsang Pesisir, Drs. Noh Cholis, Plt Kepala Desa Sekop, Piskot Ginting S.Ag beserta Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Sekop.

Selaku , Plt Desa Sokop sekaligus Sekretaris Camat, Piskot Ginting S.Ag menyampaikan sekitar 900 warga dari 1400 warga yang tercatat merupakan penganut agama Buddha. awalnya masih ada Masjid dan Gereja di Desa Sokop, akan tetapi Kehadiran Vihara sangat diapresiasi masyarakat di desa anak dalam ini." tolong jaga toleransi antar dan inter umat beragama supaya artikulasi dan regulasi keberagaman kita tidak salah arti dikemudian hari". paparnya.

sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Meranti,H.Miskan  berpesan manfaatkan sarana Ibadah yang dibuat semaksimal mungkin untuk beribadah ataupun sebagai sarana menambah wawasan Pendidikan Buddhis, yang nantinya juga akan berdampak pada tercipta tolensi Umat beragama terkhusus di desa sokop.

Tarjoko selaku Pembimbing Masyarakat Buddha memberikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Bapak Dirjen Bimas Buddha yang telah mau datang ke daerah terpencil, terluar dan terjauh yang memang terosilir dari desa lain diseputaran kota selat Panjang. Ia mengatakan perkembangan umat Buddha di rangsang pesisir  cukup pesat, oleh karena itu banyak sekali pembenahan yang harus dilakukan guna meningkatkan layanan Umat Buddha di Kepulauan Meranti.beliau menambahkan  Umat Buddha terdiri dari beberapa majelis yang mempunyai ciri Khas tersendiri dan simbol viharanya masing-masing.  paparnya mengakhiri.

Pada Kesempatan yang sama juga Dirjen Bimas Buddha, Caliadi, SH, MH menyampaikan bahwa bangsa yang besar  adalah bangsa yang terdiri dari  berbagai Ras, Suku dan Agama  yang bisa saling hidup bersama dan berdampingan dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk itu menjadi bangsa yang besar  tidaklah  susah, mari kita bangun toleransi antar umat beragama  agar terjalin kebersamaan senatiasa damai, rukun dan tentram,  dikalangan umat Muslim, kristen dan Buddha yang ada di Desa Sokop ujarnya.

Prosesi peletakan batu pertama ditandai dengan penyekopan semen sebanyak tiga kali oleh bapak Dirjen Bimas Buddha pada lokasi yang akan dijadikan tempat berdirinya  Vihara Cemerlang Maitreya dan di akhiri dengan foto bersama serta penyerahan akte Nikah secara simbolis yang mana pernikahannya telah dilakukan beberapa waktu yang lalu.(belen/adi)