Pekanbaru
(Inmas) Menindaklanjuti Surat Keputusan Dirjen Bimas Buddha Nomor 63 Tahun 2017 tentang Kurikulum Sekolah Minggu Buddha,
Bimbingan Masyarakat Buddha selenggarakan Sosialisasi Implementasi Kurikulum
Sekolah Minggu Buddha, Rabu 23 Mei 2018 di Hotel Ameera - Pekanbaru.
Hadir pada Kesempatan tersebut Dirjen Bimas
Buddha, Caliadi SH,MH, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau,
diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Drs. H.Mahyudin, MA, Pembimbing Masyarakat
Buddha, Tarjoko, S.Pd, MM,Anggota DPRD Provinsi Riau, Siswaja Muljadi, Sesepuh
Umat Buddha, Romo Sidharta beserta Pimpinan Majelis dan Lembaga Keagamaan
Buddha yang ada di Provinsi Riau.
“ada dua moment penting yang perlu kita sikapi
dalam bulan ini” Pertama moment Puasa buat
saudara kami yang beragama Muslim dan yang kedua Peringatan Hari Raya Waisak
bagi umat Buddha diseluruh Penjuru Dunia papar Dirjen Bimas Buddha mengawali sambutannya.
Caliadi menyampaikan Kurikulum merupakan bagian terpenting dalam
proses pembelajaran agama Buddha, sehingga Kurikulum harus segera dilakakukan.
Beliau berharap dengan implementasi kurikulum Sekolah Minggu Buddha dapat dipahami secara utuh oleh pendidik agar anak didik mendapatkan pembelajaran secara terukur dan benar dalam aspek bidang
agama.
Sementara
itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, diwakili Kepala
Bagian Tata Usaha, Drs. H.Mahyudin MA mengucapkan terima kasih atas kesediaan
bapak dirjen Bimas Buddha yang telah
meluangkan waktunya untuk bisa memberikan pencerahan kepada Umat Buddha sehingga Guru Sekolah Minggu Buddha mendapat
gambaran yang jelas untuk dapat diterapkan di lembaga pendidikan agama Buddha
yang ada di Provinsi Riau.
Pembimbing
Masyarakat Buddha, Tarjoko, S.Pd, MM
menyampaikan ada 42 Pendidikan
Buddhis yang ada di Provinsi Riau dari Jenjang SD,SMP dan SMA, dan beberapa
Matrea juga lagi mendirikan Pendidikan Buddhis dan Paud. Beliau berharap Kurikulum sekolah minggu harus
segera dilaksanakan agar pendidikan sekolah minggu dapat berjalan dengan
sempurna sesuai dengan apa yang diharapkan Pemerintah khususnya para pendiri Sekolah
Minggu Buddha itu sendiri.
Beliau menambahkan acara yang berlangsung selama 3 hari ini dibebankan Pada Dipa Bimas Buddha yang diikuti oleh 60 Orang Guru Sekolah Minggu Buddha yang tersebar di Provinsi Riau (belen/adi).