Pekanbaru (Inmas)
Menjadi Suatu kebanggan besar bagi Paroki Santo Paulus Pekanbaru yang
menahbiskan seorang imam Xaverian untuk pertama kalinya dengan mengangkat tema “
adalah kebutuhan hati bagiku memberitakan injil” (I Kor 9: 16) pada sabtu 21
Oktober 2017.
Diakon Gordianus Afri
merupakan Calon Imam Xaverian kelahiran 15 Februari 1987 Kotok,
Manggarai-Flores. Menghabiskan masa SD –SMAK di kota kelahirannya Flores.
Panggilan hidup membiara semakin dirasakan lewat kebiasaan untuk berdoa Rosario
di dalam keluarganya dan lewat kunjungan para Imam-imam yang sangat dicintai
oleh semua umat.Kehadiran para imam tampak begitu hangat kepada anak-anak kecil
dan semua umat di stasi mereka.
Sambil terus-menerus
memurnikan motivasi Gordi sapaannya semakin mantap melanjutkan ke Pendidikan
tinggi dengan terlebih dahulu mengikuti masa pengenalan Serikat Xaverian (SX)
di Tunas Xaverian,Yogjakarta selama 1 Tahun dan Pranovisiat lalu Novisiat di
Bintaro, Jakarta Selatan selama 2 Tahun. Selanjutnya menyelesaikan Stara 1
untuk belajar Filsafat di STF Driyarkara Jakarta dan kembali menyelesaikan
Tahun Orientasi Misioner selama 1 Tahun di Wisma Xaverian Yogjakarta.
Pada masa pendidikan
ini Frater merupakan sapaan untuk mereka yang sedang menempuh pendidikan
Jenjang S1 dan jenjang S2 sebelum ditahbisan menjadi Diakon. Setelah
menyelesaikan Filsafat di Driyarkara, Jakarta. Komunitas Serikat Xaverian
Indonesia mengutus Frater Gordianus Afri melanjutkan pendidikan S2 untuk
belajar Teologi dan tinggal di Komunitas Teologi Internasional Serikat Xaverian
di Santuario Conforti, Parma-Italia dari tahun   2013-2017. Pada tanggal 4 Desember 2016
menerima tahbisan Diakon di Santuorio Conforti, Parma-Italia.
Acara yang dimulai pada
 Pukul 17.00  dimulai dengan Selebran Utama Mgr. Martinus
Dogma Situmorang, OFM Cap, dihadiri oleh 33 para Imam yang yang berkarya di
Provinsi Riau, Padang, Mentawai, dan Jogja juga para Suster-suster yang
berkarya di Keuskupan Padang dan semua umat yang memenuhi semua ruangan Gereja.
turut hadir pada kesempatan ini Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon,S.Th,MM yang didampingi Pembimbing Masyarakat Katolik, Alimasa Gea, S.Ag, M.Pd.“Selamat dalam menuaikan tugas pelayanan “ papar Sihar mengawali sambutannya dalam Sesi Ramah Tamah.  Sihar Simbolon  mengatakan kaitan Pentahbisan Imam dengan Kementerian Agama bukan untuk mengambil ahli tugas gereja tetapi Imam yang tertahbis adalah modal Negara dalam membantu menciptakan kerukunan umat beragama ditengah masyarakat Indonesia. Beliau berharap untuk Imam yang baru ditahbiskan dapat mewartakan injil agar tercipta kesejahteraan dan kedamaian pada Rakyat Indonesia.
Sementara itu ditemui terpisah Alimasa gea mengatakan terima kasih kepada semua unsur masyarakat yang telah mengikuti acara pentahbisan sampai selesai dengan baik. Jadilah pembawa berita keselamatan ke seluruh penjuru dunia.Pada sesi ramah tamah ini, direktur Urusan agama katolik didampinggi pembimbing masyarakat Katolik memberikan Perlengkapan dan Peralatan Misa untuk Pastor yang baru tertahbis yang akan berangkat melanjutkan karya misinya ke tempat perutusan di Thailand sebagai seorang Missionaris setelah libur sebulan di kota kelahirannya.
Sementara itu bapa
Uskup Mgr.Martinus Dogma Situmorang dan Pastor Anton Wahyudianto SX, selaku Provinsial
SX di Indonesia sangat berterima kasih kepada Keluarga Bapak Bernardus Lalu dan
Ibu Bernardeta Lin yang memberikan Kado terindah terkhusus dalam Serikat
Xaverian dengan berbesar hati mengantarkan anak mereka ke Altar sebagai Abdi
Tuhan. Dan gereja juga menaruh harapan besar akan calon-calon Imam dari
Keuskupan Padang terkhusus di Paroki Santo Paulus Pekanbaru.(ciska/belen)