0 menit baca 0 %

Direktur Riset PPPI Ulas Rencana Aksi Komunikasi Humas di Media Sosial

Ringkasan: Jakarta (Humas) - Humas pemerintah yang memiliki posisi strategis diharapkan dapat meng-upgrade keahliannya, terlebih dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini, humas pemerintah harus mampu menguasai teknologi dan new media, ujar Direktur Riset PPPI Ika Karlina Idris di gedung A Lantai I Pusdiklat...

Jakarta (Humas) - Humas pemerintah yang memiliki posisi strategis diharapkan dapat meng-upgrade keahliannya, terlebih dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini, humas pemerintah harus mampu menguasai teknologi dan new media,” ujar Direktur Riset PPPI Ika Karlina Idris di gedung A Lantai I Pusdiklat Kemenkominfo RI saat menjadi narasumber pada acara Diklat Sentiment Analysis angkatan I, Kamis (20/02).

Melalui kegiatan ini perempuan murah senyum ini menegaskan humas pemerintah diharapkan dapat menganalisa saat berinteraksi dengan masyarakat melalui media sosial, mendapatkan feedback langsung dari masyarakat sekaligus memetakan sasaran utama dari masyarakat yang mengakses informasi instansinya.

Hal ini menurutnya penting untuk menjadi bahan utama evaluasi untuk perbaikan proses, konten dan metode kehumasan sebuah instansi dari seluruh peserta.

Dalam kegiatan itu cukup menonjol inovasi dan kreatifitas kelompok yang dibagi dalam lima kelompok dari 25 peserta. Mereka diberikan pilihan untuk menentukan tema saat sesi latihan dalam materi Rencana Aksi Komunikasi di Media Sosial.

Rekomendasi Rencana aksi komunikasi GPR urgen dilakukan oleh GPR (Humas) dimedia manapun termasuk media sosial.

Perempuan low profil ini menyebut untuk meningkatkan kompetensi teknis pelaku kehumasan pemerintah dalam menganalisis media sosial, dengan menggunakan aplikasi dan menyusun rekomendasi rencana aksi komunikasi secara tepat adalah sebuah langkah tepat untuk membuat strategi, termasuk  mengukur engagement. 

Selain itu, diharapkan para peserta mampu memahami isu dan opini publik dengan baik dan benar, memahami  analisis media sosial dengan baik dan benar, mampu menganalisa hasil media sosial dengan menggunakan aplikasi sesuai kebutuhan, serta dapat menyusun rekomendasi rencana aksi komunikasi. 

Karena kalau main di media sosial humas harus paham siapa target audiensnya dan semenarik apa isi konten yang akan diinformasikannya.” Ujarnya.

Dapat diketahui, dalam materi ini narasumber mengajak seluruh peserta untuk langsung mempraktikkan bagaimana langkah dan cara dalam melakukan analisis data media sosial sebelum sesi latihan dan presentasi kelompok.

Konten Media Sosial yang diambil sebagai bahan contoh latihan adalah YouTube dan Twitter untuk analisis Rekomendasi Rencana Aksi komunikasi di media sosial. Narasumber memilih netlytic tool sebagai aplikasinya. (vera)