0 menit baca 0 %

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Beri Materi pada Rakor Sektoral PHU

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama RI, Drs H Ahda Barori AS MM didampingi Kabid PHU Kemenag Riau H Erizon Efendi, Jumat (31/3/2017) di Hotel Evo Pekanbaru memberikan materi pada kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Penyelenggaraan Haji tahun 2017.

 

Pekanbaru (Inmas)- Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama RI, Drs H Ahda Barori AS MM didampingi Kabid PHU Kemenag Riau H Erizon Efendi, Jumat (31/3/2017) di Hotel Evo Pekanbaru memberikan materi pada kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Penyelenggaraan Haji tahun 2017.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabag TU H Mahyudin MA, Kasi- Kasi pada Bidang PHU, dan seluruh peserta yang terdiri dari Kasi PHU, Dinas Kesehatan, KKP, dan  Imigrasi.

 

Dalam pemaparannya Ahad mengatakan, Rapat Lintas Sektoral yang dilakukan oleh Kemenag Riau dalam hal ini Bidang PHU merupakan langkah yang luar biasa yang tidak semua provinsi di Indonesia melakukannya dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.

 

"Haji ini semakin hari semakin menarik dengan semakin tingginya minat masyarakat menunaikan ibadah haji dan semakin baiknya pelayanan yang kita berikan dari tahun ketahun. Namun jangan sampai Haji ini dimasuki oleh ranah politik, karena akan menimpulka masalah besar," ungkapnya.

 

100 % Kuota Harus Terisi

 

Ahda menambahkan, pada tahun 2016 jumlah kloter diseluruh embarkasi di Indonesia sebanyak 380 kloter, untuk tahun 2017 menjadi 509 kloter, kloter terbanyak dengan jamaah terbanyak di dunia, apalagi di tambah 10 ribu, hal tersebut sudah masuk dalam system total 221.000 jamaah.

 

Untuk itu perlu kecermatan dalam memasukkan data- data jamaah haji yang akan berangkat haji. Jika ada yang batal, harus segera dibatalkan agar dapat segera dapat diisi, sehingga tidak ada kuota yang kosong. Di Riau 5.064 jangan sampai ada yang kosong, harus memaksimalkan kuota yang ada.

 

"Rakor Sektoral ini merupakan langkah yang tepat untuk saling koordinasi antar semua sector terkait, sehingga pelayanan jumlah jamaah yang sudah kembali normal dapat dilaksanakan dengan lebih baik dari yang sudah baik saat ini," harapnya. (mus)