0 menit baca 0 %

Dir.Penmad Kemenag RI Melalui Pembinaan Beri Semangat Pengelola Madrasah Di Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas). Direktur Pendidikan Madrasah Dirjen Pendis Kemenag RI Prof.DR.Phil. H. M. Nurcholis Setiawan, MA di dampingi oleh Pgs.Ka.Kanwil Kemenag Riau Drs.H. Mahyudin, MA dan Kasi Kurikulum, Dir.Penmad, Dirjen Pendis Kemenag RI DR.Suwardi serta Kasi Kelembagaan, Bid.Penmad Kanwil Kemenag Ri...

Pekanbaru (Inmas). Direktur Pendidikan Madrasah Dirjen Pendis Kemenag RI Prof.DR.Phil. H. M. Nurcholis Setiawan, MA di dampingi oleh Pgs.Ka.Kanwil Kemenag Riau Drs.H. Mahyudin, MA dan Kasi Kurikulum, Dir.Penmad, Dirjen Pendis Kemenag RI DR.Suwardi serta Kasi Kelembagaan, Bid.Penmad Kanwil Kemenag Riau Drs.H. Afrialsah Lubis, M.Pd melakukan pembinaan serta memberi semangat kepada pengelola penyelenggara madrasah se-Riau agar lebih semangat dalam mengelola dan menyelenggarakan pendidikan madrasah yang dilaksanakan pada  Jum’at (05/08) bertempat di Aula Kanwil kemenag Riau Jl. Jenderal Sudirman no.235 Pekanbaru.

 

Dalam arahannya yang lebih kepada menyemangati para peseta yang terdiri dari Seluruh Kasi Penmad dan Kasi Pendis Kabupaten/kota se-Riau ditambah kepala madrasah negeri Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kepala madrasah negeri Kabupaten Pelalawan dan juga seluruh kepala madrasah yang akan di negerikan pada tahun 2016 yang keseluruhan peserta berjumlah sekitar 100 orang, beliau mengatakan bahwa berkenaan dengan Tusi kita di jajaran Direktorat Pendidikan madrasah sampai ke level yang paling bawah yaitu madrasah berlandaskan kepada Sarah Fathul Mun’in karangan Abu Bakar Satto’ mengatakan, bahwa tidak ada yang saya tulis di dalam kitab ini selain perkataan jumhur ulama, Jumhur Ulama maksudnya adalah Ulama Imam Malik, Imam Hanmbal, Imam Hanafi dan Imam Syafi’i, artinya bahwa program di madrasah ini kita lakukan berdasarkan fatwa pendahulu kita tentang bagaimana memajukan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tumbuh di masyarakat yang banyak di motori oleh ulama dan tokoh masyarakat.

 

Namun dalam menjalankan proses ini kita sangat di perlukan berinovasi untuk menselaraskan dengan perkembangan zaman. Problematika madrasah saat ini adalah banyaknya madrasah yang tumbuh ditengah masyarakat yang belum kuat secara administratif dan finansial, maka kita selaraskan dengan Menpan agar jangan berpersefsi bahwa madrasah seperti ini bukanlah beban negara, jika kita mau melihat kebelakang justru madrasah inilah yang berperan aktif menjaga keselarasan di negeri ini, makanya kondisi madrasah yang harus dinegerikan menjadi prioritas kita yang berada di daerah sulit, daerah perbatasan dan daerah terluar dan daerah terdalam negeri ini yang sudah melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan sesuai yang dipersyaratkan, urai Direktur.

 

Oleh sebab itu kami menyampaikan kepada jajaran madrasah bahwa analisa yang akan kita pikirkan hanya 2, yaitu antara Logistik dan Logika, 1. Logistik  adalah urusan kami, kami akan selalu memperjuangkan regulasi yang mengatur tentang hak-hak yang wajib diterima oleh bapak ibu guru, aturan mengenai apapun yang berkaitan dengan logistik bapak/ibu guru menjadi kewajiban kami untuk memperjuangkannya, yang ke 2 Logika, hal ini sangat kami minta kepada bapak/ibu pengelola madrasah dalam wujud kemampuan memberikan sesuatu yang lebih kepada peserta didik kita sehingga mereka mampu mengembangkan diri sesuai cara mereka, serta kami sangat mengharapkan pengelola madrasah juga mampu memotivasi untuk kemajuan peserta didik melalui kompetensi sebagai tenaga pendidik dengan senantiasa selalu meng-update inovasi kemajuan, semoga dengan terpenuhinya Logistik dan Logika madrasah yang mumpuni akan bisa diwujudkan, tambah Prof. Nurcholis serius.

 

Terakhir Pgs.Ka.Kanwil yang juga Kabid Penmad menambahkan bahwa untuk mencapai apa yang telah disampaikan oleh Dir.Penmad tadi koordinasi dan komunikasi merupakan yang berkenaan dengan Tusi sangat menentukan keberhasilan, mari kita wujudkan madrasah yang hebat dan tangguh sebagai pencetak generasi masa depan yang mumpuni dan berkualitas yang tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun atau apapun yang merusak iman mereka, pungkas Mahyudin.(AZ)