0 menit baca 0 %

Dinamika Kristen Diatasi Oleh Penyuluh Agama

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Pada Kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Non PNS yang diselenggarakan oleh Bimas Kristen Kanwil Kemenag Prov. Riau, Senin (29/11), di Hotel Winstar Pekanbaru menghadirkan Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA sebagai salah satu narasumber utama yang akan memberika...

Pekanbaru (Inmas) - Pada Kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Non PNS yang diselenggarakan oleh Bimas Kristen Kanwil Kemenag Prov. Riau, Senin (29/11), di Hotel Winstar Pekanbaru menghadirkan Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA sebagai salah satu narasumber utama yang akan memberikan materi Visi Misi Kementerian Agama.

"Secara garis besar ada 5 prinsip program prioritas yang akan menjadi kinerja utama bagi Kementerian Agama yaitu peningkatan kualitas kehidupan umat beragama, peningkatan kualitas kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, peningkatan pelayanan haji, dan yang terakhir yaitu peningkatan tata kelola pemerintahan. kelima dari program inilah yang menjadi fokus program kinerja baik," terang Ahmad Supardi membuka materi.

Lebih lanjut Beliau membahas bahwa permasalahan negara yang sedang dihadapi adalah kerukunan antar umat beragama dimana Indonesia merupakan negara heterogen yang mengakui 6 agama yang diakui.

"Peningkatan kualitas kehidupan umat beragama merupakan menjadi tanggung jawab terbesar Kementerian Agama, tetapi Kementerian Agama yang merupakan salah satu institusi pemerintah tidak mungkin bisa langsung mengetahui kondisi masyarakat sampai pada tingkat terendah. Maka dari itu, penyuluh agama merupakan ujung tombak di lapangan yang merupakan perpanjangtanganan dari pelaksanaan program kerja Kementerian Agama," jelas Ahmad Supardi.

Pada kesempatan yang sama Beliau menegaskan bahwa sebaiknya tokoh agama atau pendeta juga dapat berperan sebagai penyuluh agama yang diterima oleh masyarakat tetapi tidak menutup kemungkinan bagi umat yang peduli akan perkembangan agama juga menjadi penyuluh agama.

"Kerukunan internal gereja akan berlangsung dengan baik itu tergantung pada bagaimana tokoh agamnya bersikap. Karena biasanya perpecahan umat itu mengikuti sikap dari tokoh agama yang diyakininya. Maka dari itu kerukunan internal gereja harus menjadi fokus yang utama bagi pendeta terutama tokoh agama dan harus sering disosialisasikan tidak hanya hari ini tapi setiap hari agar para tokoh agama itu ingat bahwa kepentingan umat adalah yang utama," jelas Ahmad Supardi.

Sebagai penutup Beliau berharap kegiatan ini akan menambah pengetahuan dan wawasan para peserta yang merupakan tokoh agama Kristen sehingga dapat diaplikasikan melalui ceramah kepada umat agar dapat meningkatkan kualitas umat beragama sekaligus menjaga kerukunan umat. (nvm)