Pelalawan (Inmas) – Ratusan jamaah Naqsabandiyah Sei Sikijang Kec Pelelawan Kamis (19/01) sore, banjiri pembukaan Suluk Naqsabandiyah di Desa Kiyap Jaya. Selain dihadiri ratusan jamaah yang ada di Kabupaten Pelelawan, pembukaan suluk ini juga dihadiri jamaah dari luar daerah.
Pada kesempatan tersebut Bupati Pelelawan yang diwakili oleh staf ahli Tengku Haji Nisbat mengatakan pemerintah Kabupaten Pelelawan memiliki visi dalam hal pembangunan Tahun 2016-2021, Yaitu Inovasi menuju Pelelawan EMAS (Ekonomi Mandiri Aman Sejahtera). Dalam upaya mencapai program tersebut ada tujuh program yang diusung pemerintah Kabupaten Pelelawan. Diantaranya Pelelawan sehat, Pelelawan lancar, Pelelawan tenang, Pelelawan cerdas, Pelelawan makmur, Pelelawan eksotik, Pelelawan Inovatif. Ketujuh program ini tidak akan tercapai jika tidak ada peran serta dari masyarakat setempat, ucapnya mengawali sambutan. Oleh karenanya mari kita dukung pelaksanaan program pembangunan ini, himbaunya kepada jamaah suluk yang hadir pada acara tersebut.
Ia juga mengatakan, bahwa sebagai masyarakat Pelelawan harus bangga karena pondasi keagamaan didukung dengan adanya perda maghrib mengaji dan Perda PDTA yang diterbitkan oleh Pemkab setempat. Hal ini sangat berguna bagi masyarakat dalam memahami alquran, terangnya. Dengan adanya dan terlaksananya Perda yang ada ini, diharapkan tidak akan ada lagi masyarakat yang buta Alquran, khususnya anak-anak dan generasi muda kita.
“Kita harus dapat bekerja sama dalam mensukseskan seluruh program percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini, seharusnya bangga daerah kita bisa memiliki perda terkait masalah keagamaan”, tentunya bukan sekedar rasa bangga saja, namun juga lebih kepada aplikatif perbuatan bagaimana masyarakat Pelalawan ini dapat melaksanakan dan mendukung program yang telah dibuat pemerintah, serta meneruskan ajaran yang sudah diwariskan oleh para pejuang Islam dinegeri kita ini, pesannya.
Lanjut Tengku Haji Nisbat sangat berharap peran serta para guru thareqat naqsabandiyah dapat menjaga keharmonisan beragama dan dapat membuat sistuasi nyaman sehingga tujuh program pembangunan dan visi Pelelawan dapat terwujud secepatnya.
Senada dengan yang diungkapkan oleh Staf ahli Tengku Haji Nisbat, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dalam sambutannya mengungkapkan salah satu program yang harus dikawal oleh pemerintah khususnya Kemenag, adalah program maghrib mengaji yang sudah lama dicanangkan oleh pemerintah. Mengingat pentingnya budaya maghrib mengaji ini dilaksanakan kita selaku orangtua wajib mengontrol anak anak kita untuk giat ke masjid, tuturnya. Jika anak-anak sudah mengaji di Masjid, kita harapkan orangtua juga turut serta mendampingi anak-anak mengaji. Artinya tidak hanya anak anak yang kita galakkan untuk gemar mengaji, namun orang tua, semua kita tanpa terkecuali diharapkan dapat membudayakan maghrib mengaji dalam keseharian, tekannya.
Selain itu yang tak kalah penting menurut Ahmad Supardi adalah bagaimana kita bisa membudayakan sholat berjamaah di masjid. Kami berharap, supaya kita semua masyarakat Pelelawan juga dapat membudayakan sholat berjamaah. Terkait dengan hal itu kegiatan suluk sangat berperan dalam membantu pemerintah dalam merealisasikan program pembangunan. Menurutnya kegiatan suluk dapat mengentalkan spritualitas masyarakat, sehingga terbentengi sekaligus sebagai tindakan preventif umat dari wabah penyakit masyarakat yang sudah beragam wujudnya itu, tambahnya menjelaskan.
Untuk kegiatan keagamaan ini, lanjutnya harus terus digalakkan dengan berbagai bentuk bantuan masjid, pembinaan keagamaan dengan adanya dana desa dan partisipasi masyarakat. Bahkan dengan adanya 15 perusahaan yang tersebar di Pelelawan ini dapat diberdayakan untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar. Bila perlu kedepan Pemerintah setempat dapat duduk sejajar melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan perusahaan yang ada tersebut untuk membicarakan hal hal yang terkait dengan upaya meningkatkan pembangunan sesuai slogan Pelelawan “Inovasi Menuju Pellawan Emas”, tandasnya.
Turut hadir pada acara tersebut Kakankemenag Pelelawan yang diwakili Kasi Bimas Islam dan Kasi Penyelenggara Haji, Camat, Kepala KUA serta UPIKA Bandar Sei Sikijang, Mursyid Tuan Syekh Haji Abdul Somad LC MA, Khalifah Tuan Guru Haji Abdul Ghani, para tokoh agama, tokoh, masyarakat, tokoh adat dan ratusan jamaah lainnya. (vera)