Siak (Inmas) – Kamis, (12/07/18), Dihadapan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Siak saat menghadiri acara Rapat Persiapan Tasyakuran, Halal bi Halal, MQK dan Hari Santri Nasional Ke 3 Tahun di 2018 di Ponpes Bustanul Ulum, Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun yang ditaja oleh FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) Kabupaten Siak, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom menjelaskan tentang penting dan strategisnya pondok pesantren sebagai mitra pemerintah di dalam membangun masyarakat yang religious sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Siak dan Kankemenag Siak sendiri.
Mengawali pengantarnya, Drs. H. Muharom mengatakan Pondok pesantren memiliki fungsi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah serta lembaga kemasyarakatan yang telah memberikan warna khususnya di daerah pedesaan. “Ia tumbuh dan berkembang bersama warga masyarakatnya sejak berabad-abad. Oleh karena itu, tidak hanya secara kultural bisa diterima, tapi bahkan telah ikut serta membentuk dan memberikan gerak serta nilai kehidupan pada masyarakat yang senantiasa tumbuh dan berkembang, figur kyai dan santri serta perangkat fisik yang memadai sebuah pesantren senantiasa dikelilingi oleh sebuah kultur yang bersifat keagamaan. Kultur tersebut mengatur hubungan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain”, ungkapnya.
Lebih lanjut, Drs. H. Muharom mengatakan sejak zaman kolonial, pondok pesantren merupakan garda terdepan dalam merebut dan mempertahankan NKRI. Bangsa Indonesia, lanjutnya. “Penguatan peran pondok pesantren sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa harus terus kita jaga dengan saling sharing untuk bersama-sama mengontrol umat dan menyelesaikan segala problem di tengah-tengah umat. Jika ini terus kita jaga, Insya’Allah masyarakat berperadaban Islam akan berdiri kokoh di negeri ini", katanya. (Hd)