0 menit baca 0 %

Dibalik Gedung yang Bersih, Ada Kiprah Sunyi Pasukan CS EHA Riau

Ringkasan: Riau (Inmas) - Bertemu secara tak sengaja di teras depan aula kedatangan Embarkasi Haji Antara Riau, dekat pelataran parkir, bangunan yang dijadikan tempat menyambut jemaah.Mereka mengenakan seragam warna hijau toska. Di bagian bawahan pakaiannya, mengenakan celana berwarna dongker. Terlihat dianta...

Riau (Inmas) - Bertemu secara tak sengaja di teras depan aula kedatangan Embarkasi Haji Antara Riau, dekat pelataran parkir, bangunan yang dijadikan tempat menyambut jemaah.

Mereka mengenakan seragam warna hijau toska. Di bagian bawahan pakaiannya, mengenakan celana berwarna dongker. 

Terlihat diantara mereka ada yang memegang sapu di tangan kirinya, dan sebagiannya lagi memegang pengepel lantai.

Tak usah saya sebutkan profesinya, tentu semua orang pasti bisa menebak apa pekerjaan mereka.

Ya, mereka adalah satu dari bagian yang cukup memberikan kontribusi untuk kebersihan Embarkasi/debarkasi Haji Antara Riau.

Petugas cleaning service EHA Riau tersebut terlihat hampir  menyelesaikan pekerjaannya. Saat kami bertemu, dia baru mengakhiri pekerjaannya, tengah asyik menikmati hasil kerja mereka yang hampir tuntas.

Enam orang cleaning service kebagian shift pagi itu bekerja mulai pukul 07.30 hingga pukul 17.00 WIB.

Saat ditanya salah seorang petugas kebersihan  bernama Sudaryati mengaku baru saja dua bulan menekuni pekerjaannya. Ia datang berbarengan dengan 5 petugas kebersihan lainnya.

Sebelumnya perempuan berusia 45 tahun itu bekerja sebagai asisten rumah tangga saja. Ibu tiga anak itu menyebut ia bekerja untuk membiayai kehidupan sehari hari  menjadi single parent sejak 6 tahun lalu.

“Kita kan ada dua shift, jadi CS yang lama, dan yang baru saya ikut dua duanya, siang dan malam, makanya saya menginap disini, kalau yang pagi sampai jam 5  sore saja”, terangnya.

Petugas lainnya yang sempat ditemui humas adalah alumni pelajar SMK 3 bernama Tia. Ia mengaku bekerja untuk mengisi waktu dan mencari pengalaman kerja, meski hanya tukang bersih bersih. 

Hal yang sama diungkapkan CS  bernama Dewi. Alumni SMA 11 tersebut mengaku bekerja untuk menambah uang jajan dan bisa membantu orangtuanya.

Ia optimis ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.”Insyaallah tahun depan saya mendaftar kuliah, ingin coba di Jurusan Hukum di UNRI atau UNILAK”, sebutnya.

Hal berbeda diakui petugas CS lainnya bernama Sella. Pelajar yang baru saja tamat dari SMK 6 ini berkeinginan membantu orang tua.

“Ibu saya kerja mengasuh anak anak tetangga, makanya saya ingin bantu beliau” ucap remaja 8 bersaudara tersebut.

Ini merupakan kehebatan atau kepiawaian para petugas cleaning service itu. Mereka tampak sigap serta cekatan dalam mengemban tugas sehari-hari. Begitu jemaah akan masuk mereka sudah menyambut jemaah dengan kondisi aula dalam keadaan bersih.

Memang mereka berfokus pada pembersihan secara sistematis berbagai lokasi  di EHA Riau. Ini termasuk membersihkan halaman, kamar, ataupun ruang makan  dan seluruh bangunan lainnya.

Sementara itu Koordinator Lapangan CS EHA Riau Misko Frandias menjelaskan jam kerja mereka dibagi dalam dua shift, yakni shift pagi pukul 07.00-17.00 dan shift malam pukul 17.00 hingga shubuh.

Para petugas berusaha mengintensifkan pengumpulan sampah secara manual sepanjang malam dari pintu masuk utama, membersihkan halaman dan area shalat di dalam mushalla dan di halamannya.

Ia menambahkan bahwa jumlah karyawan yang dikerahkan untuk CS sebanyak 30 orang. Sudah termasuk karyawan tetap sebanyak 17 orang dan 13 lainnya karyawan tambahan yang di SK kan Karo Kesra. 

Untuk karyawan tetap, pasca musim haji ini mereka bekerja sepanjang waktu secara bergiliran seperti biasa. “Masuk pukul 07.30, pulang pukul 17.00 sore", ujarnya. 

Agar maksimal, Misko mengatakan Kebersihan EHA Riau membagi petugas kebersihan bekerja 2 shift.

Menurutnya, pasukan CS bekerja 5 hari dalam sepekan. “Sabtu dan Minggu kami libur kaya pegawai pemerintahan”, jelas Misko.

 “Kami digaji  80 ribu perhari dari dinas PKPP melalui kegiatan haji ini, jadi kami dapat double ditambah dengan gaji harian biasa, kalau tak ada kegiatan sama saja seperti hari biasa tetap 80 ribu perhari hitungannya”, jelasnya.

Petugas juga membersihkan, hingga mengangkut sampah pada pasca pergantian jemaah masuk dan keluar. Itu artinya, petugas kebersihan sudah bersiap siaga subuh hari," ungkapnya lagi.

Saat ditemui, Misko dan teman-teman kelompoknya tengah bersantai dan ngobrol di gedung Mina. Mereka terlihat lega usai bertugas untuk tahapan pemulangan jemaah haji gelombang pertama. (vera)