0 menit baca 0 %

Dialog Moderasi Beragama Dorong Penguatan Toleransi dan Kebersamaan di Indragiri Hulu

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Dalam upaya memperkuat nilai toleransi dan memperkokoh harmoni antarumat beragama, Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu menggelar kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama pada Selasa (04/11/2025) di Rengat.

Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam upaya memperkuat nilai toleransi dan memperkokoh harmoni antarumat beragama, Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu menggelar kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama pada Selasa (04/11/2025) di Rengat. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian Kepala Kankemenag Inhu, Rajuki Ridwan, didampingi oleh Kasi Bimas Islam, Muhammad Ihsan, dengan melibatkan berbagai unsur keagamaan seperti Kepala KUA, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Penyuluh Agama, Badan Kesbangpol, organisasi keagamaan, serta tokoh agama.

Kegiatan dialog ini menjadi wadah strategis dalam mempertemukan berbagai pihak lintas agama untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Melalui sesi diskusi terbuka, peserta diajak menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sikap moderat dalam beragama serta menghindari paham-paham ekstrem yang dapat merusak persatuan.

Rajuki Ridwan dalam sambutannya menegaskan bahwa dialog seperti ini tidak hanya sebatas forum komunikasi, melainkan langkah nyata dalam memperkuat semangat kebangsaan. “Moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi sikap hidup yang harus kita wujudkan dalam perilaku sehari-hari agar perbedaan menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Ihsan menambahkan bahwa hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan di lapangan oleh para peserta, terutama penyuluh agama dan tokoh masyarakat, dalam bentuk pembinaan yang lebih inklusif. “Kerukunan tidak bisa dibangun hanya dengan wacana, tetapi melalui aksi nyata yang berkelanjutan dan sinergi antar-lembaga,” katanya.

Kegiatan ini berdampak langsung terhadap masyarakat dengan memperkuat jaringan komunikasi lintas agama dan lembaga, sehingga potensi konflik sosial dapat diminimalisir. Secara tidak langsung, upaya ini juga meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga stabilitas sosial demi terwujudnya kehidupan beragama yang damai, saling menghargai, dan produktif di Kabupaten Indragiri Hulu.