0 menit baca 0 %

Dialog Lintas Agama dengan Berbagai Kalangan Masyarakat dan Profesi di Ujung Tanjung Rohil

Ringkasan: Ujung Tanjung (Inmas)- Kementerian Agama Provinsi Riau dalam hal ini melaksanakan kegiatan dialog Lintas Agama dengan berbagai kalangan masyarakat dan Profesi antara lain Tokoh FKUB, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita dan Tokoh Pemuda masing-masing agama yang ada di Kecamatan Ujung Tanjung...

Ujung Tanjung (Inmas)- Kementerian Agama Provinsi Riau dalam hal ini melaksanakan kegiatan dialog Lintas Agama dengan berbagai kalangan masyarakat dan Profesi antara lain Tokoh FKUB, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita dan Tokoh Pemuda masing-masing agama yang ada di Kecamatan Ujung Tanjung (25/9/19).

Acara Dialog ini terselenggara atas kerjasama Subbag Hukum dan KUB Prov. Riau dengan Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, Peserta berjumlah 27 orang yang terdiri dari FKUB, Tokoh Agama, masyarakat,pemuda, dan wanita dari masing-masing agama.

Kegiatan dilaksanakan di MTSN 1 Ujung Tanjung Kabupaten. Rokan Hilir. Adapun tujuan dari Dialog ini adalah agar kerukunan umat beragama di Kecamatan Ujung tanjung dapat terbina dalam kehidupan bertoleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai serta saling bekerjasama dalam hal apapun. Harapan dari dialog ini adalah agar dapat gagasan dan masukan guna membangun dan mengembangkan langkah-langkah strategis toleransi antar umat beragamasekaligus untuk menambah pengetahuan.

Selaku Narasumber  adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau yang mana diwakili oleh Kasubbag Hukum dan KUB DR. H. Anasri, M.Pd, beliau memaparkan Upaya-upaya mendorong moderasi dan KUB Beraga antara lain :

 1. Memperkuat Landasan/dasar-dasar(aturan/etika bersama) tentang kerukunan internal dan antar Umat beragama.

2.  Membangun harmoni social dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dan menciptakan kebersamaan dan sikap toleransi.

3. Melakukan Pendalaman nilai-nilai spiritual yang implementatif bagi kemanusiaan yang mengarahkan kepada nilai-nilai Ketuhanan

Sementara itu Ka.Kankemenag Kabupaten Rokan Hilir H. Agustiar, S.Ag  menjelaskan Potensi Konflik menurut Analis para pakar ada 3 faktor penyebabnya terjadinya konflik antar umat beragama yaitu :

1. Faktor Ekonomi dan Politik

2. Faktor Agama itu sendiri

3. Faktor Lokalitas dan Etnisitas.

 Pada Kesempatan selanjutnya Nurainun, SH,MH  pada kegiatan ini berpendapat untuk mengetahui pengaruh agama terhadap masyarakat, ada 3 aspek yang sangat signifikan untuk diketahui yakni : 

1.  Kebudayaan

2.  Sistem Sosial

3.  Kepribadian.

Ketiga Aspek ini merupakan fenomenal social yang komplek dan terpadu yang pengaruhnya dapat diamati pada prilaku manusia. Untuk menjaga hal yang tidak kita inginkan, kita harus peka terhadap hal yang kecil, hal yang kecil tersebut jangan terlalu dianggap sepele, dan jangan kita terlalu mudah untuk menghakimi seseorang dengan kata-kata yang bisa menyudutkan seseorang atau orang yang berbeda agama, tentunya harus berfikir dengan panjang dalam hal mengambil tindakan serta keputusan diharapkan kegiatan bisa menjalin tali silaturahmi antar tokoh umat beragama jangan sampai ada miss komunikasi yang bisa menimbulkan perselisihan pendapat.(vera/anasri)