Pekanbaru (Inmas). Saat ini perusahaan lebih suka mengambil pekerja di perusahaannya adalah lulusan madrasah atau berlatar belakang pendidikan agama, disamping dia rajin bekerja dia juga bisa mengajak teman-temannya untuk rajin bekerja, mereka bisa meningkatkan etos kerja, hal ini disampaikan oleh salah seorang penelpon yang bernama bapak Haris saat acara Dialog Interaktif Kamis malam (10/11) di Riau Televisi (RTV-red) tentang Geliat Madrasah Di Riau dengan tema Program Prioritas, Peningkatan Mutu dan Prestasi Madrasah di Provinsi Riau menghadirkan Narasumber Ka.Kanwil Kementerian Agama Prov.Riau Drs.H. Ahmad Supardi MA, Kabid Penmad Drs. H. Mahyudin MA dan dari UIN SUSKA Riau DR.Zulhidah, M.Pd.
Dalam dialog tersebut Ka.Kanwil menanggapi apresiasi penelpon terhadap pendidikan madrasah saat ini, bahwasanya lulusan madrasah pada saat ini sudah banyak memiliki keterempilan dan penguasaan Iptek sesuai dengan tuntutan zaman, di madrasah mereka juga diajarkan akhlakul karimah dan tanggung jawab sebagai seorang Muslim dalam menjalani hidup, sehingga mereka memiliki etos kerja dan semangat yang bisa memberi pengaruh positif kepada rekanan lainnya sebagaimana disampaikan penelpon tadi, tidak bisa dipungkiri bahwa lulusan madrasah dan Pondok Pesantren setelah mereka menjalani kehidupan ditengah masyarakat akan mampu beradaptasi dan berperan aktif dalam lingkungannya, termasuk di lingkungan kerjanya, hal ini juga sangat dipengaruhi oleh pendidikan agama yang mereka pelajari di madrasah atau pondok pesantren, papar Ka.Kanwil
Menyambung pernyataan Ka.Kanwil tersebut, Kabid Penmad menambahkan bahwa lulusan madrasah saat ini sudah menampakkan kualitasnya, hal ini di buktikan dengan lulusannya bisa masuk ke perguruan tinggi pavorit di Indonesia seperti UGM, UI, UNPADJ, ITB dan Universitas bergengsi lainnya, bahkan ada yang diterima di Luar Negeri seperti Nan Yang Univercity di Singapura serta di Universitas terkemuka di Timur tengah, disamping itu dalam setiap lomba baik Akademik maupun Non Akademik baik tingkat Regional maupun nasional bersaing antara sekolah dan madrasah, tidak sedikit siswa madrasah memperoleh prestasi gemilang dan membanggakan Provinsi Riau.
Disamping kualitas siswa, kualitas tenaga pendidik pun sudah menampakkan prestasinya, pada bulan Oktober lalu Kepala RA kita mendapat juara 1 nasional sebagai kepala terbaik yang dilombakan di Bogor, ditambah lagi dengan seorang guru PPKN kita yang bersaing dengan guru PPKN SMA/SMK/MA yang diikuti 24 Provinsi se-Indonesia berhasil meraih Juara harapan 1 yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi RI di jakarta, masih banyak lagi perolehan prestasi nasional yang di raih oleh SDM madrasah, intinya saat ini madrasah sudah menampakkan geliatnya setelah semua unsur melihat sekolah dan madrasah itu sama posisinya di Indonesia, UU Pendidikan Nasional telah menjabarkan bahma apabila berbicara PAUD sama dengan RA, SD harus di gandeng dengan MI. SMP/MTs dan SMA/SMK/MA semuanya sama, jika madrasah di ikut sertakan dalam lomba dan kompetisi apapun maka madrasah akan menunjukkan prestasinya, tandas Mahyudin.
Berkenaan dengan mutu dan kualitas madrasah, doktor pendidikan di UIN SUSKA Riau menyampaikan, bahwa paradigma dan dikotomi tentang pendidikan umum dengan pendidikan agama untuk saat ini sudah tidak ada, UUD telah mengatur bahwa seluruh anak bangsa berhak mendapat pendidikan yang sama, disamping itu antara sekolah dengan madrasah memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan flatformnya, mengenai mutu madrasah, baik siswa, sarana prasarana dan tenaga pendidik dan pengelola (SDM-red) pada saat ini sudah banyak yang berkualitas dibanding dengan lembaga pendidikan lainnya, namun tidak dipungkiri sebagaimana disampaikan oleh Ka.Kanwil tadi bahwa madrasah muncul dari masyarakat, tumbuh dan besar juga dari masyarakat, jauh sebelum Indonesia merdeka pendidikan madrasah sudah ada, sedangkan sekolah lahir dari pemerintah sehingga secara porsentase sekolah 90% berstatus Negeri dan hanya 10% yang swasta, sedangkan madrasah berbalik, hanya 10% yang negeri dan 90% yang swasta, maka madrasah akan berkualitas secara berangsur-angsur dan pada saat ini mutu madrasah dan mutu lulusan madrasah sudah siap pakai apabila terjun ditengah-tengah masyarakat, urai DR.Zulhidah lugas.
Diakhir dialog, presenter RTV Billy yang memandu dialog memohon maaf kepada pemirsa yang ingin berpartisipasi lebih lanjut dikarenakan waktu yang terbatas mempersilahkan datang ke Kanwil Kemenag Riau untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang geliat madrasah di Riau. (AZ)