Riau (Inmas) – Kakanwil Kemenag Riau melalui Sub Bagian Hukum dan KUB mengadakan Dialog
Sadar Kerukunan Lintas Tokoh dan Lintas Lembaga Keagamaan pada Selasa,12
November 2019 sekitar pukul 10.40 WIB di Desa Pandau Jaya Kabupaten Kampar. Pada kegiatan yang sama juga dilaksanakan Launching Desa Kerukunan Pandau jaya Kabupaten Kampar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Kampar, Asisten III Pemkab Kampar, Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, Ketua DPR Kabupaten Kampar, Kakankemenag Kabupaten Kampar Drs H Alfian MA, Kasubbag Hukum dan KUB Dr H Anasri Nurdin MPd, unsur polri dan TNI Danramil dan Kapolsek, tokoh Agama (dari empat agama Islam, Kristen, Katolik dan Budha), organisasi keagamaan, Camat Pandau Jaya, Kasubbag TU Kankemenag dan tamu lainnya.
Dalam sambutannya Kakanwil menyampaikan dengan penuh hidmat hal
hal yang terkait kerukunan dalam bingkai NKRI. Mahyudin menumpangkan harapan
tinggi agar kerukunan umat beragama betul-betul menjadi ikon utama yang
perlu dijaga di rawat dan dikembangkan dalam semua sendi kehidupan. Ia
mengingatkan kebhinekaan yang menjadi ciri khas Indonesia jangan sampai terkoyak
atas nama agama.
Mahyudin mencontohkan kasus yang baru baru ini terjadi di
Indonesia.”Betapa daerah daerah yang telah pernah terciderai kerukunannya seperti
di Ambon, Poso dan Papua, teramat banyak kerusakan dan konflik yang menyebabkan
korban jiwa harta dan rusak hubungan sosial keagamaan”, ungkapnya.
Untuk itu, tokoh agama harus mampu memberikan pembinaan
terhadap umat, bagaimana agama menjadi pentuntun dan pemersatu bukan pemecah
belah, pesan mantan Kabid Penmad ini.
Ia optimis
dengan ditetapkannya desa Pandau Jaya sebagai model desa kerukunan yang ke
tiga di provinsi Riau akan dapat memberikan daya ungkit dan pengaruh positif bagi
desa dan kawasan lainnya dalam menciptakan kerukunan sejati intern dan antar
umat beragama.
Menyambung yang disampaikan Kakanwil Kasubag Hukum KUB Dr Anasri Nurdin MPd menyatakan lounching desa sadar kerukunan ini adalah sebagai stimulus respon bagi pemda Kabupaten. Kampar dalam memberikan perhatian khusus di desa Pandau Jaya. Sehingga bisa terekspos bahwa Provinsi Riau adalah negeri rukun dan Damai.
Menurut Anasri hal itu urgen, selain sebagai kontra opini yang selama ini terstigma bahwa Riau memiliki konflik intoleransi, sekaligus juga mempererat kerukunan dan toleransi antar umat beragama dengan pemerintah, utamanya dengan mendiskusikan isu isu keagamaan terkini dan tantangan dalam mewujudkan kerukunan itu sendiri di Riau khusunya lagi desa Pandau Jaya Kampar.(vera/ans)