Di Tanah Suci Kakanwil Agama Riau Kenakan Rompi Dokumen
Ringkasan:
Batam (Humas) Jika jamaah calon haji (JCH) yang berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji diberikan tas dokumen atau tas yang dikalungkan di leher untuk meletakkan dokumen penting dan barang berharga lainnnya sudah menjadi hal biasa diperjalanan haji setiap tahunnya, akan tetapi Kepala Ka...
Batam (Humas) Jika jamaah calon haji (JCH) yang berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji diberikan tas dokumen atau tas yang dikalungkan di leher untuk meletakkan dokumen penting dan barang berharga lainnnya sudah menjadi hal biasa diperjalanan haji setiap tahunnya, akan tetapi Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Asyari Nur, SH MM yang berangkat menunaikan ibadah haji bersama Kloter 9 BTH tidak mengenakan tas dokumen tersebut melainkan menggunakan Rompi Dokumen.
Lebih lanjut Kakanwil mengatakan penggunaan Rompi dokumen ini merupakan insiatif darinya, sebab selama ini jamaah diberikan tas pinggang tersebut, akan tetapi kakanwil menilai tas tersebut tidak efektif, terutama bagi jamaah yang sudah lanjut usia, sebab tas tersebut hanya bergantung dileher dan diikatkan di pinggang, hal ini rasanya tidak aman jika dikenakan. Jika jamaah ingin wudhu, istirahat dan berpergian tas ini tidak aman untuk digunakan dan rawan perampasan.
Oleh karena itu lah H. Asyari memesan rompi yang sudah diformat untuk menyimpan dokumen, uang beserta keperluan lainnya, rompi ini praktis digunakan dan tidak menjadi beban. Berdasarkan infromasi yang kita terima dari internet, tingkat perampasan barang berharga milik jamaah termasuk diantaranya tas dokumen, untuk itu penggunaan rompi ini membantu jamaah untuk melindungi dokumen dan barang berharga lainnya. Selain untuk menyimpan dokumen, rompi yang dikenakannya juga berfungsi sebagai jaket untuk pelindung tubuh.
Adapun yang menggunakan rompi dokumen ini tidak hanya kakanwil saja, Asisten II Pemprov Riau Drs. Emrizal Pakis juga menggunakannya, ungkap H. Asyari. Kepada kementerian Agama RI kakanwil mengharapkan dengan adanya beberapa kejadian-kejadian perampasan tas dokumen jamaah yang terus berulang disetiap tahun, kiranya format pakaian haji yang lebih praktis perlu dapat diciptakan untuk kenyamanan jamaah salah satunya dengan penggunaan rompi dokumen. (nik)