0 menit baca 0 %

Di MAN 4 Pekanbaru, aktifitas pelayanan berjalan normal

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Seiring diliburkannya proses belajar mengajar tatap muka/ klasikal, yang diganti dengan pembelajaran via electronic learning (e-learning) sebagai upaya pencegahan mata rantai Corona Virus Disease tahun 2019 (Covid 2019) untuk para siswa selama 2 (dua) pekan, sejak 16 s/d 30 M...

Pekanbaru (Inmas) - Seiring diliburkannya proses belajar mengajar tatap muka/ klasikal, yang diganti dengan pembelajaran via electronic learning (e-learning) sebagai upaya pencegahan mata rantai Corona Virus Disease tahun 2019 (Covid 2019) untuk para siswa selama 2 (dua) pekan, sejak 16 s/d 30 Maret 2020. Para guru dan staff Tata Usaha (TU) MAN 4 Pekanbaru, tetap masuk seperti biasa, yang selama beberapa hari ini, setiap paginya diisi dengan kegiatan bersih-bersih pekarangan madrasah.

Baru pada Kamis (19/03/2020) Kepala MAN 4 Pekanbaru menugasi majelis guru dan TU untuk masuk secara bergantian, sesuai dengan penjadwalan yang diberikan.

"Tentunya kita tidak menginginkan adanya proses pelayanan yang tidak maksimal di sela-sela masa preventif Covid 19 ini. Pelayanan yang dimaksud diantaranya pengurusan kegiatan administrasi di madrasah, kegiatan persiapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang akan dimulai per-30 Maret ini, kegiatan bimbingan karir untuk melengkapi persyaratan lanjut studi ke jenjang pendidikan tinggi bagi siswa kelas XII, jika memang tak bisa dikondisikan lewat smartphone dan hal lain lain. Serta tentunya, kita juga menjamin proses PBM via e-learning tetap terlaksana, terkoordinasi dan termonitor oleh Guru Mata Pelajaran dan Bidang Kurikulum", ujar Agus Salim Tanjung, MA Kepala MAN 4 Pekanbaru.

Kita berharap tentunya, badai bencana kesehatan ini cepat berlalu, kata Agus lagi. Sembari mengingatkan agar civitas akademika MAN 4 Pekanbaru dan keluarganya terus menjaga kesehatan, berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), makan makanan yang bergizi, social distancing atau jaga jarak interaksi, menjauhi kerumunan, sebisa mungkin beraktifitas dirumah sahaja, kalaupun harus keluar rumah harus bermasker, dan menjadikan momentum ini sebagai sarana bermuhasabah dan munajat kepada Allah Ta'ala. (Zhendri)