0 menit baca 0 %

Di Kampar, Ada Tukang Sayur Naik Haji

Ringkasan: Kampar (Inmas) Kalau di Jakarta terkenal dengan tukang bubur naik Haji, Kalau di Kabupaten Kampar, tahun ini ada Jema ah Calon Haji (JCH), yang tukang sayur bisa naik haji. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, di dampingi Kasi Penyelenggara Haji dan...

Kampar (Inmas) – Kalau di Jakarta terkenal dengan tukang bubur naik Haji, Kalau di Kabupaten Kampar, tahun ini ada Jema’ah Calon Haji (JCH), yang tukang sayur bisa naik haji. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, di dampingi Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Dirhamsyah MSy, hari kamis (10/08), saat menyalami salah seorang JCH Kampar yang mengantarkan Kopernya, diruang terbuka Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.

Alfian mengatakan, menunaikan ibadah haji ini adalah hal yang sangat dirindukan oleh seluruh umat Islam, tak terkecuali walaupun ia miskin atau kurang mampu. Jika niat hati sudah tertanam dengan mantap, maka berbagai cara akan dia lakukan walaupun berpuluh tahun mengumpul uang dari hasil jerih payahnya, untuk bisa menunaikan Ibadah Haji.

Pada tahun ini, kita diberikan contoh oleh Allah Swt, melalui salah seorang JCH kita yang berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun ini. Nama Ibu kita ini adalah Saniyah Bidin Maate Binti Bidin Maate. Alamat Jalan Flamboyan RT 002/RW 001, Langgini, Kec. Bangkinang Kota. Umur 75 tahun, Nomor porsi 0400063547, dan nomor Paspor B6776891.

Ibu Saniyah ini sehari-hari bekerja sebagai tukang sayur, yang berjualan sayur di Pasar Inpres Bangkinang. Walaupun berjualan sayur yang mendapat pengasilan belasan ribu, bahkan beberapa ribu saja sehari. Namun tidak menyurutkan semangatnya untuk berangkat ketanah suci.

setiap hari, uangnya dikumpulkan dan disisihkan, hingga akhirnya beliau bisa mendaftarkan naik haji dengan mengambil nomor porsi haji. Alhamdulilah, pada tahun ini Allah Swt mengabulkan do’a dan pintanya, sehingga bisa menunaikan ibadah haji.

Sungguh pengorbanan yang luar biasa, puluhan tahun menabung dari hasil jualan sayur, Ibu Suhaida ini akhirnya membutikan kepada kita semua, bahwa dia bisa berangkat ke tanah suci walaupun hanya sebagi tukang sayur, ungkap Alfian.

Mudah-mudahan dari kisah ibu Suhaida ini, bisa menjadi inspirasi buat kita, menjadi pelecut dan semangat buat kita, untuk bisa menunaikan rukun Islam yang ke-5. Percayalah, Kalau Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. Untuk itu teruslah berdo’a dan berusaha, semoga impian kita untuk menunaikan ibadah haji, juga di ijabah oleh Allah Swt, pungkasnya. (Ags/Usm)