Depag Riau Gelar Rapat Evaluasi Haji 2009
Ringkasan:
Pekanbaru, 05/01 (Humas) Musim haji 2009M telah selesai setelah kloter terakhir Debarkasi Batam yakni Kloter 22 BTH yang merupakan gabungan jamaah haji provinsi Riau, Kalbar dan Kepri mendarat di Batam pada tangga 25 Desember 2009 yang lalu. Agar pelaksanaan ibadah haji musim depan lebih baik lagi,...
Pekanbaru, 05/01 (Humas) Musim haji 2009M telah selesai setelah kloter terakhir Debarkasi Batam yakni Kloter 22 BTH yang merupakan gabungan jamaah haji provinsi Riau, Kalbar dan Kepri mendarat di Batam pada tangga 25 Desember 2009 yang lalu. Agar pelaksanaan ibadah haji musim depan lebih baik lagi, Bidang Penyelenggara Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau melaksanakan rapat evaluasi haji tahun 2009 bertempat di aula Kanwil Dep. Agama Provinsi hari ini (05/01) pukul 09.00 wib.
Rapat evaluasi haji tersebut dibuka oleh Kakanwil Dep. Agama Provinsi Riau Drs. H. Asyari Nur, SH MM didampingi Kepala Bidang Penyelenggara Haji, Zakat dan Wakaf Kanwil Dep. Agama Provinsi Riau Drs.H. A. Jalaluddin,Diskes Provinsi, Kanwil Kahakiman/Imgirasi Riau dan dihadiri oleh Seluruh Kakandepag dan Kasi Haji se Kab/Kota Provinsi Riau beserta para petugas haji musim 2009M/1430H.
Dalam pengarahannya Kakanwil menuturkan bahwa permasalahan musim haji di Embarkasi Batam kemarin adalah kartu kesehatan, menurut aturan kartu kesehatan tersebut di tanda tangani oleh dokter, tetapi kenyataannya ada beberapa kartu kesehatan yang tidak ditandatangani oleh dokter. Menilik dari permasalahan tersebut kakanwil mengatakan sebaiknya tahun depan kartu kesehatan tersebut ditandatangani oleh dokter atau orang yang berwenang.
Lebih lanjut kakanwil menjelaskan surat panggilan masuk asrama (SPMA) pada musim haji 2009 juga mengalami kendala, yakni saat tiba di embarkasi Batam ada jch yang tidak membawa SPMA tersebut, oleh karena itu musim depan Kakanwil mengatakan agar SPMA jch langsung dikumpulkan dan bawa oleh kasi haji Kab/Kota masing-masing sehingga tidak ada SPMA yang tertinggal. Sehingga saat tiba di embarkasi cukup kasi haji yang menyerahkan kepada embarkasi. Selain itu kepada petugas yang mendampingi jamaah diminta untuk aktif mengontrol kesiapan administrasi jch.
Masalah haji tidak hanya masalah porsi dan uang, tetapi masalah manajemen, sebab jamaah haji yang berangkat tidak hanya merupakan rakyat biasa, tetapi juga banyak pejabat yang berangkat, bagi para pejabat tentunya uang bukanlah masalah, tetapi pemondokan dan transportasi yang jauh merupakan masalah, oleh sebab itu khusus kepada petugas haji tahun depan Kakanwil mengatakan akan memperketat penyeleksian agar petugas nantinya aktif dan dapat meminimalisir permasalahan yang ada.
Untuk pemulangan jamaah haji dari tanah suci ke tanah air yang menjadi keterlambatan dengan yang jika dirata-ratakan sebanyak 22 kloter di Embarkasi Batam yakni dengan rata-rata delay selama sembilan jam, yang terparah yakni pada kloter 05 BTH atau kloter pertama Riau dengan delay lebih dari 24 jam. Meski demikian sesuai dengan rapat evaluasi Debarkasi Batam kemarin masalah terberat adalah penerbangan Saudi Arabian Airlines, pesawat yang dicarter Saudi ditahun ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya.
Melihat dari hasil tersebut kakanwil memperkirakan akan terjadi perubahan kontrak antara Embarkasi dengan Saudi, yakni apabila terjadi delay yang mengakibatkan penambahan dana biaya domestic akan ditanggung oleh Saudi Arabia. Delay lebih dari 24 jam yang terjadi pada kloter 05 BTH kemarin Kanwil Depag Riau dan Kandepag Kota Pekanbaru mengadakan rapat membahas penambahan kos akibat keterlambatan tersebut yang akhirnya disimpulkan bahwa Depag Riau dan Kandepag Kota Pekanbaru berpatungan untuk menanggulangi penambahan dana domestic tersebut.
Secara umum Kakanwil mengatakan bahwa perjalanan ibadah haji 2009 mulai dari proses pendaftaran, pelunasan dan pengurusan paspor hingga pemberangkatan dan pemulangan berjalan baik dan lancar. Departemen Agama tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada jamaah haji, mudah-mudahan musim haji tahun 2010 pelayanan haji akan lebih baik lagi.(nik)