0 menit baca 0 %

Dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Kita Persiapkan Anak Didik Menjadi Generasi Yang Berakhlak

Ringkasan: SIAK (Humas) – Selasa, 4 Pebruari 2014, Bulan Rabi’ul Awal adalah bulan-bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam, karena dibulan ini telah lahir seorang manusia pilihan yang merubah peradaban jahiliyah kepada peradaban ilahiyah, sosok uswatun hasanah bagi seluruh umat manusia yaitu bagin...

SIAK (Humas) – Selasa, 4 Pebruari 2014, Bulan Rabi’ul Awal adalah bulan-bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam, karena dibulan ini telah lahir seorang manusia pilihan yang merubah peradaban jahiliyah kepada peradaban ilahiyah, sosok uswatun hasanah bagi seluruh umat manusia yaitu baginda Nabi Muhammad SAW. Pada Bulan ini setiap umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bukti kecintaan dan penghormatan kepada beliau, tak terkecuali PDTA Ta’limus sibyan Desa Srigading Kecamatan Lubuk Dalam Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa (4/2/2014) ini selain dihadiri oleh siswa/I,guru dan masyarakat Desa Srigading, dihadiri pula oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Drs. H. Muharom, Anggota DPRD Provinsi Riau Rusli Effendi, M.Sc, Prof. Dr. Ahmad Mujahidin, MA (Penceramah), Anggota DPRD Kabupaten Siak Abdul Muis, Kepala KUA Kec. Lubuk Dalam M. Ali Ashadi,Kepala KUA Kec. Kerinci Kanan Bahir Abd Basit, S. Ag, Kepala KUA Kec. Tualang Drs. H. Sahrizul, Camat Lubuk Dalam Septiadi, M.Si, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta para undangan lainnya yang hadir pada peringatan Maulid tersebut. Dalam sambutannya kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Menyampaikan Bahwa Acara Peringatan Maulid di Desa Sri Gading ini sangat istimewa karena kita kedatangan tamu yang terhormat yakni Bapak Prof. Dr. Ahmad Mujahidin, MA yang juga sebagai penceramah pada malam hari ini yang sengaja dibawa oleh Bapak Rusli Effendi, M.Sc. Prof. Dr. Ahmad Mujahidin, MA Dalam Tausiyahnya menyampaikan bahwa Nabi diutus kemuka bumi ini semata mata bertujuan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu kita renungkan apakah kita sudah bisa menjadi rahmat bagi orang lain ? secara khusus rahmat bagi kita sendiri. Rahmat Allah itu sangat dekat kepada orang mukmin serta orang yang suka menolong. Di akhir tausiyahnya beliau mengatakan “Dengan Agama Hidup Menjadi Terarah, Dengan Ilmu Hidup Menjadi Mudah dan Dengan Seni Hidup Menjadi Indah” mudah-mudahan Kita menjadi Orang yang berilmu. (Awl)