Pekanbaru (Humas) – Menjelang kedatangan Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin di Provinsi Riau pada 7 Mei 2015, jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Riau lakukan berbagai persiapan demi suksesnya acara tersebut. Rabu (15/04) dilakukan rapat intensif antara jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan STAIN Bengkalis. Rapat yang dilaksanakan di ruang rapat Kakanwil Kemenag Riau tersebut hadir sejumlah pejabat seperti Kakanwil Kemenag Riau Drs H Tarmizi Tohor MA beserta beberapa pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Riau, Bupati Bengkalis Herliyan Saleh beserta beberapa kepala dinas, dan Ketua STAIN Bengkalis Prof Dr Samsul Nizar.
Rapat perdana ini dipimpin Kakanwil Kemenag Riau. Melalui musyawarah ini diperoleh beberapa informasi bahwa kedatangan Menteri Agama di Kabupaten Bengkalis dalam rangka peresmian STAIN Bengkalis bersempena dengan Kemenag Expo 2015 yang diikuti 18 Madrasah Aliyah Negeri Se-Riau. Kemenag EXPO dilakukan selama 3 hari. Penginapan dan akomodasi peserta selama kegiatan dan tenda untuk masing-masing stand ditanggung pihak Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Sementara penyambutan Rombongan Menteri di Bandara Sultan Syarif Kasim hingga sampai di Bengkalis menjadi tanggung jawab pihak Kanwil Kemenag Riau.
Demi menyemarakkan kegiatan Kemenag Expo dan kedatangan menteri agama tersebut, diundang keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Riau yang berjumlah kira-kira 500 orang.
Dari Kementerian Agama Pusat sendiri, selain Menteri Agama, juga dijemput beberapa pejabat seperti Dirjen Pendis, Direktur Madrasah, Direktur Perguruan Tinggi, Direktur Ortala dan Kepegawaian serta Prof Muhammadiyah Amin yang merupakan anak jati Riau.
Rencananya, kedatangan Menteri Agama RI tersebut disambut dengan upacara adat Melayu Riau seperti dengan kompang dan silat serta pemasangan tanjak.
Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh menyambut baik kegiatan tersebut dan akan bekerja sama sebaik-baiknya dengan pihak Kanwil Kemenag Riau dan STAIN Bengkalis. Demi suksesnya kegiatan tersebut, Bupati berharap agar dibuat panitia kecil yang selalu melakukan kegiatan secara kontiniu sebelum berlangsungnya kegiatan. (ghp)