0 menit baca 0 %

Data Krusial: Kemenag Pekanbaru Gencarkan Pemutakhiran EMIS 52 Pesantren

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag) Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menggelar kegiatan Pemutakhiran Data EMIS (Education Management Information System) Pesantren Se-Kota Pekanbaru Tahun 2025. Kegiatan yang bertema "Data Tunggal Kemandirian P...

Pekanbaru (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menggelar kegiatan Pemutakhiran Data EMIS (Education Management Information System) Pesantren Se-Kota Pekanbaru Tahun 2025. Kegiatan yang bertema "Data Tunggal Kemandirian Pesantren Untuk Asta Protas Kementerian Agama" ini dilaksanakan pada Selasa (25/11/2025), di Aula Perpustakaan Pondok Pesantren Ummu Sulaim, Tangkerang Timur.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Seksi PD Pontren, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Pekanbaru, dan Ponpes Ummu Sulaim. Sebanyak 72 operator EMIS dari 22 pesantren salafiyah (dengan 40 PKPPS di dalamnya) dan 30 pesantren khalafiyah menjadi sasaran utama pemutakhiran ini. 

Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Kota Pekanbaru, H. Zulfa Hendri , yang mewakili Kepala Kantor Kemenag H Syahrul Mauludi, menegaskan betapa krusialnya pemutakhiran data EMIS. Ia menekankan bahwa validitas data adalah fondasi utama bagi setiap kebijakan dan program Kemenag.

"Urgensi pemutakhiran data EMIS ini sangat krusial," tegas H. Zulfa. "Kedepan, semua data rujukannya tunggal di EMIS ini. Mulai dari alokasi anggaran, penyaluran bantuan operasional, program peningkatan mutu guru, hingga penerbitan izin operasional lembaga, semuanya akan diambil dari data EMIS."

Ia juga memberikan penekanan serius terkait dampak kelalaian pembaruan data. Jika data lembaga tidak valid atau tidak terinput di EMIS, maka secara otomatis lembaga tersebut tidak akan tersentuh oleh program dan kebijakan dari Kementerian Agama..Penekanan ini penting mengingat seringkali terjadi kesalahpahaman bahwa tren jumlah santri seolah menurun, padahal kondisi sebenarnya adalah data jumlah siswa pondok yang tidak terupdate dengan baik di sistem EMIS kita. 

Komitmen untuk mencapai validitas data ini disambut baik oleh pimpinan pesantren. Ketua FKPP Kota Pekanbaru Buya H. Irwan Susanto, menegaskan tekad pengurus dan seluruh pondok pesantren untuk mencapai akurasi data.

"Pengurus FKPP dan Ponpes di Pekanbaru bertekad menjadikan data EMIS kami akurat, sebagaimana komitmen yang telah disepakati dalam silaturahmi bulanan FKPP pada 17 November yang lalu," ujar pimpinan Ponpes Al-Ikhwan ini.

Komitmen tersebut diperkuat dengan target waktu yang ketat, seluruh ponpes harus sudah menyelesaikan proses entry data dan mendapatkan Berita Acara Pendataan (BAP) paling lambat 30 November mendatang, sesuai dengan deadline dari Seksi PD Pontren. "Pencapaian BAP ini adalah bukti formal bahwa data kami valid dan siap diakses melalui EMIS," pungkas Buya Irwan.

Kegiatan pemutakhiran ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Faulina Riska (Operator EMIS Kanwil Kemenag Riau), Khairul Anwar (Operator EMIS PD Pontren Kemenag Pekanbaru), dan Anizar  (Staf Data Santri PD Pontren), demi merefreshment kembali para operator pesantren memiliki pemahaman yang mumpuni dalam proses entry datanya. Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kyai Jumakri Sekretaris FKPP Kota Pekanbaru.

Ustad Khailid Abdul Shomad selaku pimpinan pondok pesantren Ummu Sulaim mengucapkan rasa bersyukurnya,karena pondok pesantren tersebut dapat menjadi tuan rumah silaturahmi para penggerak pondok pesantren se-Kota Pekanbaru dan berharap semua yang didapatkan dalam kegiatan ini, semoga dapat memperbaiki keakuratan data pesantren di Kota Pekanbaru.