0 menit baca 0 %

Dari Mulut, Tangan, Mata, dan Hati: KUA Logas Tanah Darat Ajak Pegawai Introspeksi Diri

Ringkasan: Kemenag (Kuansing) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Logas Tanah Darat melaksanakan kegiatan Pembinaan Mental Rohani Pegawai yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai KUA. Kamis (06/11/2025)Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat spiritualitas dan memperkokoh karakter ASN agar senantiasa bekerja d...

Kemenag (Kuansing) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Logas Tanah Darat melaksanakan kegiatan Pembinaan Mental Rohani Pegawai yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai KUA. Kamis (06/11/2025)

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat spiritualitas dan memperkokoh karakter ASN agar senantiasa bekerja dengan integritas serta nilai-nilai keislaman.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rhesty Fuspha Dewi, yang menambah suasana religius dan khidmat. Bertindak sebagai pembawa acara (MC) adalah Deni Impiani, sementara doa penutup dipimpin oleh Suber.

Sesi utama kegiatan diisi dengan tausiyah oleh Reni Ari Susanti, yang mengangkat tema “Empat Perilaku yang Bisa Membuat Kita Menjadi Miskin.” 

Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa kemiskinan tidak hanya diartikan secara materi, tetapi juga dapat berarti kemiskinan hati dan keberkahan hidup.

Adapun empat perilaku yang dimaksud yaitu:

Datang dari mulut: suka mengeluh.

Datang dari tangan: bersikap kikir.

Datang dari mata: menilai rendah orang lain.

Datang dari hati: iri, hasad, dan dengki.

Menurut Reni Ari Susanti, empat hal ini harus dihindari agar seseorang dapat hidup dengan hati yang lapang, rezeki yang berkah, dan hubungan sosial yang harmonis.

“Ketika hati bersih, ucapan baik, dan tangan ringan dalam memberi, maka keberkahan akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka,” ujarnya.

Kepala KUA Logas Tanah Darat menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pegawai dalam kegiatan ini. Ia berharap pembinaan seperti ini dapat rutin dilaksanakan sebagai bentuk penyegaran rohani dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat yang berakhlak mulia dan profesional. (NW)