Pekanbaru (Inmas), Pensyarah merupakan unsur pertama dan utama dalam
penyampaian syarhil al-Quran. Unsur inilah yang merupakan ujung tombak dan
jantung dari syarhil al-Quran. Tanpa pensyarah, syarhil al-Quran tidak akan
mungkin tersampaikan. Esensinya, pensyarah merupakan orang yang bertugas untuk
menyampaikan materi syarahan dalam bentuk menjelaskan suatu topik tertentu yang
mengacu pada beberapa ayat suci al-Quran. Semua kita mengerti dengan hal itu,
materi harus dikuasai oleh Pensyarah dan harus tersampaikan maksud dan tujuan
kepada Audiens, sekurang kurangnya kepada dewan Hakim, Demikian disampaikan
oleh H.Dahlan Jamil.MA , Pelatih Syarhil Quran Training Centre Kafilah Kota
Pekanbaru tanggal 16 Oktober 2019, lantai 11 Hotel Pesona Pekanbaru.
Qari atau qariah merupakan unsur kedua, bukan berarti tidak memiliki
peranan penting dalam penyampaian syarhil alQuran. Qari atau qariah dalam syarh
al-Quran, ketika melantunkan ayat suci al-Quran, tidak membaca mushaf al-Quran,
tetapi ayat-ayat tersebut harus dihafalkan dan lazimnya dilantunkan sambil
berdiri, sama seperti pensyarah dan saritilawah.
Saritilawah adalah unsur yang bertugas menyampaikan terjemahan ayat suci al-Quran
yang telah dibacakan oleh qari atau qariah ke dalam bahasa Indonesia yang baik
dan benar.
Baik Pensyarah Qori/ Qori’ah serta Saritilawah ( Penerjemah ) Wajib
menyelaraskan atau menyesuaikan Bahasa Tubuh atau gerak gerik anggota tubuh,
jangan sampai kebalikan, seperti Raut Wajah Marah Ketika menyebut atau membaca
Jannah/ Syurga. Dan Tersenyum ketika membaca Naar / Neraka. Ungkap Kasi PHU
Kantor Kemenag Kota Pekanbaru ini. ( Bustamar )