0 menit baca 0 %

Cinta dan Kasih Sayang Jadi Landasan Pembelajaran di Madrasah Kuansing

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam upaya memperkuat karakter dan nilai kasih dalam dunia pendidikan madrasah, Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi bekerja sama dengan Forum Kelompok Kerja Kepala Madrasah (FKKKM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta dengan tema Penguatan Nilai-N...


Kuansing (Kemenag) Dalam upaya memperkuat karakter dan nilai kasih dalam dunia pendidikan madrasah, Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi bekerja sama dengan Forum Kelompok Kerja Kepala Madrasah (FKKKM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta dengan tema “Penguatan Nilai-Nilai Karakter Berbasis Kasih Sayang dalam Proses Pembelajaran.” Dibuka pada Rabu (05/11/2025) di Aula Kantor Kemenag Kuansing, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 5-6 November 2025.

Bimtek ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kuansing, Suhelmon didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kuansing, Rini Susanti. Diikuti oleh seluruh kepala madrasah se-Kabupaten Kuansing, kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau, Jisman yang sekaligus memberikan materi utama. 

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kuansing, menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada FKKKM atas inisiatif luar biasa ini. Acara ini adalah bentuk dari kita, oleh kita, dan untuk kita semua. Tidak perlu jauh-jauh mencari narasumber karena kita memiliki sumber daya yang mumpuni di daerah sendiri,” ujarnya.

Suhelmon juga menambahkan bahwa dua peserta yang diutus Kanwil Kemenag Riau untuk mengikuti Training of Facilitator (TOF) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom), kini menjadi fasilitator utama dalam kegiatan tersebut. Keduanya merupakan merupakan pengawas madrasah asal Kuantan Singingi, yakni Sawir Hasbi dan Jastiningsih.

Dalam sesi penyampaian materi, Kabid Penmad Kanwil Kemenag Riau, Jisman, menekankan pentingnya menanamkan nilai cinta dan kasih sayang dalam setiap proses pembelajaran. “Kurikulum berbasis cinta ini ingin menumbuhkan karakter yang berakar pada kasih sayang, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Kementerian Agama termasuk instansi terbaik secara nasional salah satunya berkat peran aktif para pendidik madrasah. Namun demikian, Jisman menegaskan agar para peserta tidak cepat berpuas diri. “Tantangan kita ke depan masih besar. Dua hal yang menjadi titik krusial bangsa ini adalah soal agama dan keragaman suku. Nilai cinta dan kasih harus menjadi dasar untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman,” pungkasnya.