Riau
(Inmas)- Dalam rangka mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme
dikalangan masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum
Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Prov insi Riau mengadakan kegiatan
Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme bertempat di
Hotel Premiere Pekanbaru, Kamis (22/08/2019).
Kegiatan
yang mengangkat tema Perempuan Agen Perdamaian ini diikuti oleh 110 orang
peserta yang terdiri dari anggota Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW)
Provinsi Riau, Perkumpulan Perempuan di Lingkungan TNI dan Polri dan Organisasi Perempuan lainnya yang ada di
Provinsi Riau.
Acara
dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Kesatuan
Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Drs Chairul Riski M Si, dan
dihadiri oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau, Drs Eddie
Yusti MH, Perwakilan Kanwil Kemenag Riau, Agus Saputera S Ag MLIS MH, Kepala
Bidang Perempuan dan Anak FKPT Riau, Kejaksaan Tinggi Riau, Polda Riau, Ketua
Perempuan Lembaga Adat Melayu Riau.
Ketua
FKPT Riau, Drs Eddie Yusti MH menyampaikan perempuan dalam paham radikalisme
dan terorisme tidak hanya sebagai simpatisan tapi juga terlibat sebagai pelaku,
contohnya peledakan bom di Surabaya yang melibatkan satu keluarga.
“Peran
perempuan sangatlah besar untuk mencegah dan menangkal paham radikalisme dan
terorisme, yang dimulai dari keluarga sendiri. Seorang Ibu adalah Maha Guru
bagi anak-anaknya, dengan pendekatan dari Ibu sikap toleransi, saling
menghormati dan anti radikalisme dan terorisme lebih tertanam dijiwa anak-anak”,
ungkapnya.
Sementara
Gubernur Riau yang diwakili Kepala Kesbangpol, Drs Chairul Riski M Si dalam
sambutannya menyampaikan pemerintah Provinsi Riau mendukung segala upaya
pencegahan radikalisme dan terorisme di seluruh Kabupaten/Kota.
“Gerakan
kaum perempuan sejatinya memiliki potensi yang besar dalam pencegahan
radikalisme dan terorisme baik lingkungan internal maupun eksternal keluarganya.
Seorang Ibu harus bisa mendidik anaknya agar berguna bagi bangsa dan negara”,
jelas Chairul.
Terakhir
beliau menghimbau kaum perempuan terutama ibu- ibu untuk kembali memperkuat
jati diri dan kodratnya dengan meningkatkan perhatian kepada anak dan keluarga.
(mega/anto)