Pekanbaru (Inmas) Sebagai langkah preventif menghadapi penyebaran COVID-19, penyakit yang
disebabkan virus korona jenis baru (SARS-CoV-2), yang beberapa waktu
kebelakangan ini semakin mengkhawatirkan. Sampai keluarnya kebijakan peliburan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka/ klasikal menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring) sejak 16
Maret s/d 30 Maret 2020. Selain melakukan penataan kebersihan lingkungan, MAN 4
Pekanbaru hari ini, Rabu (25/03/2020) menyemprotkan disinfektan secara mandiri
di lingkungan madrasahnya. Tampak Syahroni, Staff TU MAN 4 Pekanbaru hilir
mudik berkeliling menyemprot disinfektan sambil memanggul alat penyemprot.
Kepala Tata Usaha (TU) MAN 4 Pekanbaru, Endang Dianita, SE, M.Si menuturkan
bahwa penyemprotan disinfektan seperti ini, maksimal bisa ampuh mencegah virus
selama tiga sampai empat hari. "Karenanya perlu dilakukan penyemprotan
disinfektan secara berkala, minimal setiap empat hari sekali. Penyemprotan
dilingkungan madrasah ini sangat memperhatikan tempat-tempat atau benda yang
biasanya dijamah oleh tangan, seperti meja, kursi dan gagang pintu. Harapannya
tentu ketika siswa siswi kita kembali masuk sekolah, lingkungannya terasa lebih
sehat. Para orang tua, juga tidak perlu merasa khawatir ketika anak-anaknya
berada di madrasah”.
Selain itu Endang menyarankan kepada civitas akademika MAN 4 Pekanbaru
untuk juga dapat menyemprotkan disinfektan dilingkungannya masing-masing,
selain terus berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), physical
distancing atau jaga jarak interaksi, menghindari kerumunan dan usahakan tetap stay di rumah. Merujuk dari siaran
pers Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Selasa (24/3/2020), tentang
daftar sementara bahan aktif dan produk rumah tangga untuk disinfeksi Covid-19,
bahan semprotan disinfektan sama seperti produk cairan untuk mengepel lantai.
"Bahannya banyak dijual di pasaran. Lalu dicampur dengan air”, jelasnya
(Ndri)