Pekanbaru (Inmas)- Radikalisme tidak hanya monopoli kelompok keagamaan,tetapi juga terjadi pada semua gerakan ideologis yang dilakukan dengan cara fanatik dan revolusioner. Untuk itu upaya Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mencegah paham radikalisme di masyarakat dengan melakukan deteksi dini, pencegahan dini, deradikalisme (pengembalian situasi) dan peningkatan kepekaan teritorial.
Demikian ditegaskan Kolonel CZI NRP 1900022610868 Kasrem 031/Wb I Nyoman Parwata S E M Si pada acara Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama se Provinsi Riau Tahun 2016 di Hotel Alpha Jalan Harapan Raya Pekanbaru, saat menjadi narasumber pada kegiatan Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Riau beberapa waktu lalu.
Berdasarkan Undang Undang Ri Nomor 34/ 2014 tentang TNI, ada 14 tugas yang menjadi tupoksi TNI, diantaranya mengatasi gerakan separatis bersenjata, mengatasi pemberontakan bersenjata, mengatasi aksi terorisme, mengamankan wililayah perbatasan, mengamankan obvitnas strategis, tugas perdamaian dunia, mengamankan presiden dan wapres beserta keluarga, memberdayaan wilhan dan kuat pendukung, bantu tugas pemda, bantu tugas polri dalam kantibnas, amankan tamu Negara setingkat kepala Negara, tanggulangi akibat bencana dan pengungsi, search dan resque, dan membantu pemerintah amankan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan.
Terkait UU nomor 34 tahun 2004 tentang tugas TNI salah satun upaya mengatasi terorisme yaitu dengan melakukan pengembangan wawasan kebangsaan kepada seluruh masyarakat dengan mengedepankan penguasaan geografi, demografi, serta meningkatkan Komunikasi Sosial (komsos) dengan mengefektifkan Pembinaan Teritorial.
Selain itu, dari segi intelijen dalam pencegahan penyebaran paham radikal dan teroris tersebut dengan cara deteksi dini, dan deradikalisasi peningkatan kepekaan pemberdayaan aparat di wilayah terutama babinsa, Babinkamtibmas, RT/RW, ninik mamak karena pemberdayaan tugas aparat tersebut dapat menghasilkan data dan informasi tentang keberadaan adanya radikalisme dan terorisme sehingga dapat diatasi dengan cepat dan tepat. (mus/dnms)